Monday, February 2, 2009

Apa itu Feng Shui ?

Apa itu Feng Shui ?

Feng Shui (orang Indonesia sering mengucapkan 'Hong Shui') adalah warisan berharga dan tradisi orang Tionghoa. Feng shui sangat diterima dan menjadi begitu populer di banyak negara karena benar-benar meningkatkan kehidupan dan keberuntungan dengan sedikit biaya dan usaha. Feng shui dasar mudah dipelajari, namun merupakan subjek yang membutuhkan penjabaran rumus dan kedalaman analistik dan praktik.

Angka KUA

Dalam Feng Shui, setiap orang memiliki sudut atau arah bagus nya masing-masing sesuai dengan angka Kua yang dimilikinya. Angka Kua terdiri dari 1-9, dan menyatakan apakah seseorang itu termasuk dalam kelompok Barat atau Timur. Dalam praktiknya, Feng Shui bukan hanya ramalan, namun harus dipraktikan agar sesuai dengan kondisi orang tersebut. Pertama, tentukan empat sudut yang paling baik, yaitu tempat-tempat paling menguntungkan di setiap ruangan, kantor atau apartemen kamu. Apa pun yang kamu lakukan di salah satu dari empat lokasi khusus ini akan memberi nasib baik dan melindungi kamu dari nasib buruk. Hitung angka KUA dengan mengikuti rumus dibawah ini, kemudian lihat tabel untuk menentukan sudut paling menguntungkan kamu. Inilah lokasi beruntung kamu.

Rumus untuk menentukan angka KUA

Gunakan tahun kelahiran kalender internasional kamu, tambahkan dua angka terakhir. Tambahkan terus sehingga diperoleh satu angka. Untuk Pria, kurangi angka ini dari 10. Itulah angka KUA kamu. Untuk Wanita, tambahkan angka KUA ini dengan 5. Itulah angka KUA kamu. Jika kamu mendapatkan dua angka, tambahkan terus sampai diperoleh satu angka. Kalau kamu bingung, hitung saja angka KUA kamu di kalkulator Gemintang di halaman utama.

Angka Kua Sudut dan Lokasi bagus dalam urutan keberuntungan Menentukan kamu orang kelompok BARAT/TIMUR
1 Tenggara, Timur, Selatan, Utara Timur
2 Timur Laut, Barat, Barat Laut, Barat Daya Barat
3 Selatan, Utara, Tenggara, Timur Timur
4 Utara, Selatan, Timur, Tenggara Timur
5 PRIA :Timur Laut, Barat, Barat Laut, Barat Daya
WANITA : Barat Daya, Barat Laut, Barat, Timur Laut
Barat
6 Barat, Timur Laut, Barat Daya, Barat Laut Barat
7 Barat Laut, Barat Daya, Timur Laut, Barat Barat
8 Barat Daya, Barat Laut, Barat, Timur Laut Barat
9 Timur, Tenggara, Utara, Selatan Timur

Catatan : SUDUT kelompok barat tidak bagus untuk orang kelompok Timur, demikian juga sebaliknya.
Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet

Mama Lauren sedang naik daun. Kata orang, ramalannya jitu. Pada awal tahun 2007 ketika terjadi musibah hilangnya Adam Air dan tenggelamnya kapal Senopati, Mama lauren muncul di sebuah acara TV dan ditanya mengenai ramalannya untuk tahun 2007. Tentu saja saya yang kebetulan nonton acara itu (lupa acaranya) ikut curious dengan ramalan dia.

Katanya, kalau tidak salah, akan ada lagi musibah kecelakaan pesawat. Kalau tidak salah lagi, inisialnya ”A”. Selain itu ada ramalan artis yang akan bercerai (yang ini sih, standar). Beberapa waktu kemudian terjadi musibah pendaratan tak mulus pesawat Adam Air di Surabaya. Pesawatnya rusak, namun semua penumpang selamat. Kemudian terjadi lagi musibah kecelakaan pesawat Garuda di Yogyakarta. Musibah ini cukup fatal dan terdapat korban jiwa.

Nah, kalau ramalan mama Lauren jitu, mengapa inisial yang disebutkan ”A”, bukan ”G”? Apakah ramalan tersebut sekedar kebetulan? Atau suatu kemestian umum (seperti halnya ramalan bahwa harga BBM akan naik)?

Ramalan dan seni meramal sudah populer sejak jaman purba. Manusia selalu punya rasa ingin tahu tentang nasibnya di masa depan. Apakah kita boleh percaya dengan ramalan?

Fengshui

”Bapak percaya fengshui?” begitu kira-kira pertanyaan saya suatu ketika kepada Pak Dimitri.

”Alam ini adalah simbol Pak…,” jawab Pak Dim tidak langsung, yang seterusnya menyampaikan dasar pemikiran tentang keteraturan alam, dan betapa mungkinnya bahwa semua simbol-simbol di alam semesta itu bisa ditafsirkan. Singkatnya, kita memang harus percaya bahwa peramalan itu memungkinkan.

Sebagai muslim, saya percaya akan adanya ramalan. Sebentar, bukankah ada hadits yang melarang kita mempercayai peramal?

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari”. (HR Muslim dari sebagian Istri-istri Rasulullah Saw)

sumber : http://paranormalsakti.freehomepage.com/about.html

Saya percaya akan adanya ramalan BUKAN berarti saya percaya sembarang peramal. Bukti-bukti tentang ilmu mengetahui masa depan dicontohkan pada kisah para nabi, diantaranya adalah Nabi Yusuf ketika menerjemahkan mimpi dua orang yang dipenjara. Seorang ditafsirkan mimpinya bahwa dia akan bebas, dan seorang lagi akan dihukum mati. Ramalannya benar. Setelah itu beliau menafsirkan mimpi raja bahwa akan terjadi masa makmur selama 7 tahun dan masa paceklik selama 7 tahun. ’Ramalan’nya benar. Dalam hadits, juga terdapat beberapa ’ramalan’ Nabi Muhammad tentang masa depan. Yang menyampaikan adalah Nabi. Akankah Anda tak percaya? Ini adalah bukti nyata bahwa ramalan itu ada.

Kalau Nabi kita percaya, bagaimana kalau Mama Lauren? Apalagi ramalan bintang di koran lokal yang tampaknya diambil dari sembarang kumpulan database ramalan zodiak, apakah Anda juga percaya? Bagaimana dengan Fengshui, percaya juga?

Saya sendiri memilih, kadang percaya, kadang tidak. Sikap tersebut didasarkan bahwa keteraturan di alam ini memang sebenarnya bisa diramalkan, namun tetap saja sulit dilakukan.

Fengshui sebenarnya adalah kumpulan pengamatan manusia atas fenomena alam. Fenomenanya sendiri teratur, pengamatnya sangat mungkin bias. Bila orang Cina pakai istilah Naga Hijau dan Macan Putih, itu adalah cara mereka membuat penjelasan atas fenomena alam itu sendiri. Simbolisasi ini (yang bisa juga disebut ’rumus’) jelas sangat mungkin salah. Kalau mereka membuat ’rumus’ itu berdasarkan pengamatan di belahan bumi utara (negeri Cina), apakah masih berlaku untuk belahan bumi selatan (misalnya di Jawa)? Kalau dulu belum ada listrik, telepon seluler, perubahan iklim global, bergesernya kutub magnet bumi, dll, apakah ’rumus’ kuno itu masih akan manjur seperti saat pengamatan dulu dilakukan? Logikanya sih, tidak.

Namun tentu ada pengamatan yang masih berlaku. Misalnya Anda bekerja membelakangi pintu masuk (secara Fengshui ini posisi buruk), tentu masih akan berlaku hingga saat ini. Secara psikologis tetap saja seseorang merasa tidak nyaman bila setiap saat bisa terjadi seseorang mengintainya dari sebelah belakang. Yang ini saya percaya.

Bagaimana dengan instrumen pendukung Fengshui seperti perhitungan bintang, shio, dll. Yang ini menurut saya sangat mungkin ’rumus’nya sudah tidak jitu lagi. Posisi bintang terus berubah (galaksi ini terus berputar kawan, bukan di atas seekor kura-kura seperti anggapan orang kuno dulu). Secara pemodelan sederhana sudah jelas rumusnya tak akurat lagi. Saat ini pun sudah resmi dirumuskan zodiak ke-13 (OPHIUCHUS 30 Nov - 17 Des), rumus peramal bintang sudah pasti jadi meleset.

Jadi saya mempercayai ramalan sekedar sebagai ’rumus’ perkiraan dengan keakuratan rendah. Ibaratnya ramalan cuaca. Kita harus percaya bahwa peramalan itu mungkin. Sekaligus juga percaya bahwa secara statistik ramalan itu cuma sebuah peluang belaka. Ramalan cuaca saat ini yang didukung pengamatan satelit, jelas lebih akurat dibandingkan ramalan nasib. Saya percaya dengan Fengshui, sebatas sebuah ’model rumus’ dengan keakuratan bervariasi. Sebagian mungkin akurat 60 persen. Lainnya mungkin akurat 20 persen saja.

Bagaimana dengan keakuratan ramalan Mama Lauren? Saya percaya… bahwa itu juga hanya peluang.

Saya percaya bahwa sebagian orang diberi karunia tertentu, yah bisa kita katakan kecerdasan supranatural. Tak perlu diragukan lagi, memang faktanya jelas. Masalahnya adalah, apakah kita percaya Mama Lauren punya karunia kelebihan seperti itu? Ya, terserah Anda mau percaya atau tidak. Sulitnya hal semacam ini karena metode pembuktian ilmiah sulit dilakukan. Instrumen pengukurannya apa? Siapa yang bisa dijadikan kalibrasi/referensi?

Anggap Mama Lauren punya kemampuan supranatural itu (dan hal tersebut sah-sah saja dimiliki seseorang). Yang penting adalah, bagaimana sikap kita terhadap sebuah ramalan?

Saya pernah diramal menjadi orang sukses, sepertinya Anda juga pernah. Saya pernah diramal akan gagal pada umur sekian dan sukses pada umur sekian. Pernah diramal bisnis tertentu akan oke, dan lain sebagainya. Menurut pengamatan saya, semua ramalan itu tidak jelas keakuratannya. Saat ini saya (merasa) sukses pada sebagian hal, dan gagal pada sebagian yang lain. Jadi bagaimana kita bisa katakan ramalan tersebut akurat bila semua kondisi peramalan itu terjadi?

Penjelasan tentang ’keakuratan’ ramalan Mama Lauren dan semacamnya ini bisa dikaitkan dengan adanya Qadla’ (ketetapan Allah atas suatu kejadian) dan Qadar (terjadinya suatu kejadian) dalam ilmu Islam. Semua hal di dunia ini sudah ada ketetapannya (disebut Qadla’), sehingga sering kita diberitahu tentang lahir, rizki, mati, daripada seseorang sebenarnya sudah ditentukan. Nah, yang sering salah diartikan oleh kebanyakan orang adalah, bahwa Qadla’ seseorang itu tunggal, padahal sesungguhnya bisa BANYAK!

Sesuatu yang pasti itu belum tentu tunggal. Sebuah persamaan kuadrat atau polinomial dalam matematika bisa mempunyai jawaban benar dua, tiga, bahkan sangat banyak. Jawabannya bisa banyak tapi pasti! Artinya himpunan jawabannya itu sudah tertentu, walaupun jumlahnya banyak. Di luar himpunan jawaban tersebut adalah kemustahilan. Sebagai ilustrasi, bahwa peluang Anda menikah dengan salah satu teman Anda sekarang pastilah ada, walau mungkin kecil sekali. Tapi peluang Anda menikah dengan Cleopatra misalnya jelas suatu kemustahilan karena hidup di masa yang berbeda.

Nah, dari jutaan ketentuan qadla’ tersebut, bisa saja sebagian kecil tertangkap oleh indera keenam (supranatural) seseorang. Misalnya Mama Lauren meramal tentang suatu kejadian, maka saya berpandangan bisa saja memang dia menangkap isyarat satu dari jutaan pilihan masa depan. Berapa peluang kejadian tersebut akan terjadi? Ya, variatif, bisa sangat kecil (karena qadla’ sesungguhnya jutaan), bisa cukup besar (karena qadla’ sesungguhnya hanya beberapa puluh). Jadi bagaimana kita bisa yakin ramalan itu benar? Ya, sulit.

Yang bisa kita lakukan adalah menganggapnya sebagai input mentah. Itu ibarat seorang guru yang melihat muridnya malas belajar, lalu meramalkan bahwa si murid akan gagal ujian. Bisa saja ramalannya meleset karena si murid tiba-tiba rajin belajar, atau dapat contekan saat ujian, atau soal ujian yang keluar kebetulan saja dia bisa. Prediksi si guru (yang muncul dari akumulasi pengetahuan yang menjadi intuisi) bisa kita anggap sebagai peringatan awal. Tapi jelas sangat jauh dari mutlak.

Jadi kalau ada ramalan (atau saya diramal tanpa diminta), saya anggap itu sebagai input mentah. Mungkin berguna, mungkin tidak. Pengalaman selama ini sih, minta diramal (dulu waktu kecil terpikat oleh tawaran peramal pinggir jalan, hehe) ternyata tidak akurat, atau tepatnya tidak bisa dibuktikan keakuratannya.

Kesimpulan sekarang : semua ramalan itu hakikatnya cuma ilmu statistik saja. Ketepatannya tidak pernah mutlak. Kadang tepat, sering juga meleset. Dalam statistik itu disebut model dengan reliabilitas (keandalan) rendah. Misalnya, kalaupun sinyal-sinyal masa depan yang ditangkap Mama lauren itu benar, penafsiran atas sinyal itu secara akurat sangat sulit (data valid, penafsiran Mama Lauren lah yang bias). Hanya orang-orang tertentu seperti misalnya Nabi Yusuf dan Nabi Khaidir saja yang tingkat keakuratannya tinggi.

Efek Forer

Kenapa sih, walaupun keakuratannya rendah banyak orang masih juga senang dengan ramalan bintang (juga ramalan para peramal)? Ternyata karena ’persepsi bahwa ramalan tersebut jitu’ ternyata cukup tinggi.

Seorang dosen psikologi bernama Bertram R. Forer membuat percobaan terhadap para mahasiswanya. Mereka diberi kuesioner yang harus diisi untuk evaluasi terhadap kepribadian para mahasiswa. Beberapa lama kemudian setiap mahasiswa mendapat hasil masing-masing. Selanjutnya mereka diminta memberikan penilaian atas keakuratan tes tersebut dengan skor 0 untuk tidak tepat (poor) dan 5 untuk sangat tepat (excellent). Hasilnya adalah 4,26 yang artinya tingkat keakuratan tes tersebut sangat tinggi. Yang tidak diketahui oleh para mahasiswa tersebut adalah bahwa semua analisis yang diberikan adalah sama, dan diambil dari cuplikan ramalan bintang! Analisis tersebut berisi keterangan yang ambigu (Anda extrovert, tapi terkadang introvert, Anda terlihat disiplin di luar, padahal ceroboh di dalam, dsb). Dan karena ambiguitas analisis itu, maka setiap mahasiswa melihat kecocokan dalam dirinya!

Inilah yang disebut Efek Forer. Efek ini terjadi karena 3 hal :

1. subyek meyakini bahwa hasil tersebut unik buat dia
2. subyek percaya akan kredibilitas evaluator untuk memberikan evaluasi
3. kebanyakan isi analisis adalah hal yang bagus-bagus (positive traits)

Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet

Monday, January 26, 2009

Tahun 2009, Fengshui dan Ramalan Bisnis

Tahun 2008 baru saja berlalu dan kini kita memasuki tahun 2009. Menurut kalender China, tahun 2009 merupakan tahun Kerbau Tanah. Bagaimana ramalan bisnis tahun 2009? Menurut sejumlah ahli fengshui, tahun Kerbau Tanah ini diprediksi penuh tantangan serta menjadi ujian kesabaran.

Pakar fengshui Jenie Kumala Dewi misalnya, seperti dikutip Kompas, mengatakan bahwa tahun 2009 tidak bisa diharapkan berjalan dinamis dan cepat. Kondisi ekonomi dan bisnis pun cenderung akan berjalan stagnan. Ini sesuai dengan karakteristik kerbau, hewan yang kurang gesit tetapi sabar.


Ia menyimpulkan, setiap orang yang berbisnis pada 2009 harus bekerja lebih keras, giat, dan sabar dengan mengandalkan kekuatannya sendiri. Keberuntungan tidak terlalu dapat diandalkan seperti tahun sebelumnya. Pengelola fengshui online ini menyarankan agar bisnis yang terlalu spekulatif dihindari.

Tapi, itu hanyalah ramalan. Ada baiknya kita tetap optimis. Segala hal jika dilakoni dengan sungguh-sungguh disertai doa Insyaallah akan berhasil.

Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet

Shio zodiak Tionghoa

Shio adalah zodiak Tionghoa yang memakai hewan-hewan untuk melambangkan tahun, bulan dan waktu dalam astrologi Tionghoa. Setiap individu diasosiasikan dengan satu shio sesuai dengan tanggal kelahirannya. Dua belas shio digabung dengan lima elemen membentuk periode 60 tahunan.

Keduabelas shio tersebut adalah:

  1. Tikus
  2. Kerbau
  3. Macan
  4. Kelinci
  5. Naga
  6. Ular
  7. Kuda
  8. Kambing
  9. Monyet
  10. Ayam
  11. Anjing
  12. Babi

Seorang individu tidak saja memiliki satu shio tetapi tiga zodiak shio masing-masing shio tahun, shio bulan dan shio waktu. Kombinasi dari 5 elemen, 12 shio tahun, 12 shio bulan dan 12 shio waktu menghasilkan 8640 kombinasi. Menurut astrologi Tionghoa, shio bulan menentukan kehidupan asmara seseorang.

Keduabelas shio bulan ditentukan oleh bulan kelahiran seseorang.

Sudut bujur matahari Nama bagian Bulan
315° 立春 lìchūn 1st - 虎 Macan
330° 雨水 yǔshuǐ
345° 啓蟄 qǐzhé (驚蟄 jīngzhé) 2nd - 兔 Kelinci
0° 春分 chūnfēn
15° 清明 qīngmíng 3rd - 龍 Naga
30° 穀雨 gǔyǔ
45° 立夏 lìxià 4th - 蛇 Ular
60° 小滿 xiǎomǎn
75° 芒種 mángzhòng 5th - 馬 Kuda
90° 夏至 xiàzhì
105° 小暑 xiǎoshǔ 6th - 羊 Kambing
120° 大暑 dàshǔ
135° 立秋 lìqiū 7th - 猴 Monyet
150° 處暑 chùshǔ
165° 白露 báilù 8th - 雞 Ayam
180° 秋分 qiūfēn
195° 寒露 hánlù 9th - 狗 Anjing
210° 霜降 shuāngjiàng
225° 立冬 lìdōng 10th - 豬 Babi
240° 小雪 xiǎoxuě
255° 大雪 dàxuě 11th - 鼠 Tikus
270° 冬至 dōngzhì
285° 小寒 xiǎohán 12th - 牛 Kerbau
300° 大寒 dàhán

Zodiak shio juga digunakan untuk mengidentifikasi waktu. Setiap zodiak berkaitan dengan satu bagian waktu (dalam bahasa Mandarin disebut shichen - 時辰), yaitu setiap bagian waktu terdiri dari dua jam.

Waktu berikut adalah dalam waktu standard Beijing (UTC+8).

  • 23:00 - 01:00: tikus
  • 01:00 - 03:00: kerbau
  • 03:00 - 05:00: macan
  • 05:00 - 07:00: kelinci
  • 07:00 - 09:00: naga
  • 09:00 - 11:00: ular
  • 11:00 - 13:00: kuda
  • 13:00 - 15:00: kambing
  • 15:00 - 17:00: monyet
  • 17:00 - 19:00: ayam
  • 19:00 - 21:00: anjing
  • 21:00 - 23:00: babi

Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet

Latar Belakang Shio

Shio adalah simbol binatang cina yang mewakili 12 siklus tahunan. Mereka mewakili konsep siklus waktu, tidak seperti konsep waktu Barat yang diwakili dengan bintang-bintang. Kalendar Bulan Cina dibuat berdasarkan siklus dari bulan, dan dibangun dalam format berbeda dari kalendar Barat yang berbasiskan Matahari. Dalam kalendar Cina, awal tahun dimulai antara akhir Januari dan awal Februari. Cina mengadopsi kalender barat sejak tahun 1911, meskipun kalendar lunar (berbasiskan bulan) masih digunakan untuk acara-acara festival seperti Chinese New Year atau yang lebih dikenal dengan Imlek. Banyak kalendar Cina termasuk yang beredar di Indonesia mencetak dua versi baik itu kalendar yang berdasarkan matahari dan penanggalan Cina berdasarkan bulan.

Di Amerika, setiap tahun ditandai berdasarkan kelahiran Yesus Kristus, sebagai contoh, 1998 berarti 1,998 tahun setelah kelahiran Kristus. Ini mewakili persepsi linear waktu, dimana waktu berproses secara garis lurus dari masa lalu masa kini dan masa mendatang. Dalam adat Cina tradisional, metode penanggalan adalah berdasarkan siklus, siklus berarti sesuatu terjadi berdasarkan siklus waktu. Metode rakyat yang populer dimana kita dapat melihat metode siklus ini adalah perekaman tahun ke dalam Dua Belas Tanda Binatang. Setiap tahun di tandai dengan nama binatang atau "shio" sesuai dengan siklus yang berputar : Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi. Oleh karena itu, setiap dua belas tahun binatang atau shio yang sama akan muncul.

Shio binatang juga menandakan fungsi sosial yang berguna untuk mencari tahu umur seseorang. Daripada menanyakan berapa umur seseorang, seringkali orang hanya bertanya apa shio dari orang tersebut. Ini akan menaruh orang tersebut dalam siklus 12 tahun, dan dengan sedikit akal sehat, kita bisa menghitung umur orang tersebut.

Legenda Shio

Menurut legenda tradisional Cina, ke dua belas binatang dikumpulkan dalam satu hari untuk menentukan siapa yang menjadi pemimpin dalam siklus pertahunan. Sang Khalik membuat kontes tersebut: siapapun yang dapat menyeberang sungai akan mendapat giliran pertama, dan sisanya akan mengikuti urutan sesuai dengan kedatangan mereka.

Pada awalnya kedua belas binatang berkumpul di dalamnya termasuk kucing. Kucing memberitahu berita ini kepada teman baiknya si Tikus, dan mereka setuju untuk pergi berdua keesokan harinya. Namun, ketika hari dimana kontes dimulai Tikus tidak membangunkan Kucing, yang sebagai seorang kucing senang sekali tidur sepanjang hari. Maka itu kucing tidak mengikuti lomba dan tidak masuk dalam siklus tahunan shio.

Pada saat kompetesi, tikus yang penuh akal menumpang pada si Kerbau yang kuat dan gagah untuk menyeberangi sungai. Ketika kerbau sudah mau meloncat ke tepian seberang sungai, tanpa sepengetahuan Kerbau, si Tikus meloncat dari punggung kerbau, dan menjadikan dia pemenang kontes. Binatang terakhir adalah binatang malas yaitu Babi yang pemalas, oleh karena itu Tikus menjadi tahun pertama dari siklus shio, dan diakhiri oleh babi tanpa adanya shio Kucing dalam dua belas siklus tahun itu. Dan oleh karena itu juga, menurut legenda, permusuhan antara kucing dengan tikus dimulai dan masih berlanjut sampai sekarang.

Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet

Prinsip dasar Fengsui

Diyakini bahwa alam ini adalah susunan gabungan unsur-unsur yang berada dalam suatu dimensi ruang dan waktu yang terus berubah, karena adanya energi yang saling bereaksi satu sama lain secara alami menuju keseimbangan. Manusia yang hidup di alam (bumi) ini pun mempunyai energi. Jika seseorang tinggal di suatu tempat yang mempunyai energi baik serta perpaduan unsur yang cocok maka orang itu akan mendapat pengaruh yang baik, begitu pula sebaliknya. Hal demikian berlaku juga untuk kuburan, tetapi yang mendapat pengaruh dari kuburan (orang yang dikubur) adalah anak-anaknya karena mempunyai hubungan dan unsur genetik yang sama. Feng Shui Kuburan Dalam kebudayaan China, pembangunan dan pemeliharaan makam seseorang itu sangat diperhatikan, karena ada anggapan bahwa kuburan seseorang dapat mempengaruhi keadaan keluarganya yang masih hidup.

Kuburan harus ditata sebaik mungkin selain karena hal tersebut diatas juga adalah sebagai bukti apresiasi penghormatan kepada orang tua, selain itu kuburan orang tua juga dianggap sebagai suatu tempat / sarana ikatan tali persaudaraan antara sanak-cucu keluarga sehingga setiap tahun diperingati pada hari Chin Ming / Ceng Beng (sekitar awal bulan April) dengan berkumpul dan sembahyang dikuburan leluhur. Dalam Feng Shui kuburan hal-hal yang diperhatikan antara lain: Naga - Liang - Gundukan - Air - Arah. Selain itu arah orientasi ,bentuk kuburan, batu bongpay, waktu penguburan juga diperhitungkan. Baik buruknya Feng Shui kuburan itu biasanya akan langsung terlihat dalam tempo satu tahun berpengaruh pada keturunan laki-laki. Biasanya orang pantang untuk merubah-rubah kuburan, jika kuburan itu sudah dianggap baik atau minimal tidak buruk. Tetapi jika ada tanda-tanda atau pengaruh buruk terasa, maka secepatnya kuburan akan diperiksa lagi (tentunya oleh ahli Feng Shui) dan jika memungkinkan diperbaiki supaya pengaruh buruk tersebut hilang atau bahkan berubah jadi baik. Dijaman sekarang penerapan Feng Shui kuburan secara sempurna sudah relatif sulit karena perkembangan jaman yang ada serta lingkungan alamnya. Feng Shui Rumah / Bangunan Dewasa ini Feng Shui rumah / bangunan kelihatan lebih menarik dan lebih umum diminati orang. Mungkin karena Feng Shui rumah dirasakan lebih kuat pengaruhnya dalam menunjang kehidupan seseorang sebab penerapannya memang lebih nyata dalam mempengaruhi pola kehidupan. Membuat rencana tata letak / ruang yang baik dalam Feng Shui rumah / bangunan harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: pencahayaan, sirkulasi udara, keindahan, aspek keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan warna (masalah psikologi). Tentunya arah, bentuk dan lokasi tanah serta rumah / bangunan itu haruslah baik dan sesuai fungsinya sebagai langkah awal. Selain itu sehubungan dengan Feng Shui rumah juga dikenal berbagai benda / bentuk tertentu yang sering digunakan sebagai atribut pelengkap sebuah rumah seperti misalnya: kaca cermin cekung atau cembung, dll. Benda-benda tersebut sebenarnya adalah atribut dari Tao yang mungkin sudah jarang dipakai di rumah / bangunan modern dewasa ini, tetapi tidak jarang bentuk-bentuk yang mewakili benda-benda tersebut tetap dipakai untuk maksud mendatangkan kebaikan atau menolak hal-hal yang negatif.

Sejak manusia membutuhkan tempat tinggal permanen yang memadai, manusia mulai memikirkan konsep yang ideal untuk membangun rumahnya. tata letak ruang serta segala pernik-perniknya sudah menjadi hal yang dipelajari secara khusus oleh hampir semua bangsa, sejak awal mula adanya peradaban di dunia ini. Konstruksi dan penataan serta arsitektural bangunan-bangunan, pada saat itu merupakan perpaduan antara teknologi dan seni yang tinggi dimana dapat kita lihat dari peninggalan-peninggalan bangunan kuno yang masih ada sampai saat ini. Proses perkembangan secara "trial and error" dan pengalaman dalam kurun waktu yang lama menghasilkan pemahaman dan teori-teori. Fengshui atau hongsui adalah ilmu yang menarik banyak perhatian. Pada era tahun 80-90 an Feng Shui mulai banyak diminati dan dipelajari lagi. Salah satu kebudayaan tertua di dunia adalah kebudayaan China, yang sangat kuat dipengaruhi oleh ajaran Tao I Ching dan Khong Hu Cu. Perkembangan peradaban yang pesat dimulai ribuan tahun sebelum masehi, melahirkan terciptanya berbagai penemuan awal di segala bidang penghidupan. Pada kurun waktu antara tahun 2000 SM sampai tahun 1000 SM bangsa China kuno telah mengenal dunia kedokteran, ilmu ketatanegaraan, ilmu ekonomi, serta teknologi lainnya, diantaranya adalah terciptanya methodology peramalan serta analisa tata letak ruang yang dikenal dengan nama Feng Shui. Hongsui tidak dapat dipisahkan dari prinsip Ie Ching atau Ya Kheng, yakni kitab filosofis purba dari China. Filsafat I Ching mulai dikenalkan sejak sekitar 4900 tahun lalu dan lebih dikembangkan lagi pada masa Kaisar Fu Xi (Hok Hie , 2953- 2838 sm) Kata Feng Shui sendiri berasal dari gabungan kata Feng yang berarti angin (aliran) dan Shui yang berarti air (benda). Kedua kata ini digabung menjadi Feng Shui, ditengarai kemungkinan besar bangsa China purba telah mengenal ilmu ini bahkan sebelum mengenal kompas, sehingga untyuk menentukan suatu tempat hanya berpedoman pada pengaruh angin dan air saja. Ajaran Tao yang sangat pesat melahirkan berbagai bidang ilmu Tao, yang salah satunya adalah Feng Shui. Feng Shui berkonsep pada pemahaman filosofis. Konon ilmu peramalan ini sangat dipercaya oleh raja-raja Tiongkok, sehingga para ahlinya dijadikan penasehat kerajaan.

Ahli peramalan pada saat itu adalah kedudukan yang penting karena dipercaya mempunyai kekuatan supranatural dan mengetahui rahasia alam. Untuk melindungi posisi ini maka ilmu peramalan ini tidak diajarkan secara luas, hanya diajarkan secara turun-temurun. Pada umumnya masyarakat mengkelopokkan Feng Shui menjadi dua yaitu Feng Shui kuburan dan Feng Shui rumah / bangunan. Prinsip dasar dari Feng Shui itu adalah: Diyakini bahwa alam ini adalah susunan gabungan unsur-unsur yang berada dalam suatu dimensi ruang dan waktu yang terus berubah, karena adanya energi yang saling bereaksi satu sama lain secara alami menuju keseimbangan. Manusia yang hidup di alam (bumi) ini pun mempunyai energi. Jika seseorang tinggal di suatu tempat yang mempunyai energi baik serta perpaduan unsur yang cocok maka orang itu akan mendapat pengaruh yang baik, begitu pula sebaliknya. Hal demikian berlaku juga untuk kuburan, tetapi yang mendapat pengaruh dari kuburan (orang yang dikubur) adalah anak-anaknya karena mempunyai hubungan dan unsur genetik yang sama. Feng Shui Kuburan Dalam kebudayaan China, pembangunan dan pemeliharaan makam seseorang itu sangat diperhatikan, karena ada anggapan bahwa kuburan seseorang dapat mempengaruhi keadaan keluarganya yang masih hidup.

Kuburan harus ditata sebaik mungkin selain karena hal tersebut diatas juga adalah sebagai bukti apresiasi penghormatan kepada orang tua, selain itu kuburan orang tua juga dianggap sebagai suatu tempat / sarana ikatan tali persaudaraan antara sanak-cucu keluarga sehingga setiap tahun diperingati pada hari Chin Ming / Ceng Beng (sekitar awal bulan April) dengan berkumpul dan sembahyang dikuburan leluhur. Dalam Feng Shui kuburan hal-hal yang diperhatikan antara lain: Naga - Liang - Gundukan - Air - Arah. Selain itu arah orientasi ,bentuk kuburan, batu bongpay, waktu penguburan juga diperhitungkan. Baik buruknya Feng Shui kuburan itu biasanya akan langsung terlihat dalam tempo satu tahun berpengaruh pada keturunan laki-laki.
Biasanya orang pantang untuk merubah-rubah kuburan, jika kuburan itu sudah dianggap baik atau minimal tidak buruk. Tetapi jika ada tanda-tanda atau pengaruh buruk terasa, maka secepatnya kuburan akan diperiksa lagi (tentunya oleh ahli Feng Shui) dan jika memungkinkan diperbaiki supaya pengaruh buruk tersebut hilang atau bahkan berubah jadi baik. Dijaman sekarang penerapan Feng Shui kuburan secara sempurna sudah relatif sulit karena perkembangan jaman yang ada serta lingkungan alamnya. Feng Shui Rumah / Bangunan Dewasa ini Feng Shui rumah / bangunan kelihatan lebih menarik dan lebih umum diminati orang.

Mungkin karena Feng Shui rumah dirasakan lebih kuat pengaruhnya dalam menunjang kehidupan seseorang sebab penerapannya memang lebih nyata dalam mempengaruhi pola kehidupan. Membuat rencana tata letak / ruang yang baik dalam Feng Shui rumah / bangunan harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: pencahayaan, sirkulasi udara, keindahan, aspek keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan warna (masalah psikologi). Tentunya arah, bentuk dan lokasi tanah serta rumah / bangunan itu haruslah baik dan sesuai fungsinya sebagai langkah awal. Selain itu sehubungan dengan Feng Shui rumah juga dikenal berbagai benda / bentuk tertentu yang sering digunakan sebagai atribut pelengkap sebuah rumah seperti misalnya: kaca cermin cekung atau cembung, dll. Benda-benda tersebut sebenarnya adalah atribut dari Tao yang mungkin sudah jarang dipakai di rumah / bangunan modern dewasa ini, tetapi tidak jarang bentuk-bentuk yang mewakili benda-benda tersebut tetap dipakai untuk maksud mendatangkan kebaikan atau menolak hal-hal yang negatif.


Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet

Tao dan Fengsui

Sejak manusia membutuhkan tempat tinggal permanen yang memadai, manusia mulai memikirkan konsep yang ideal untuk membangun rumahnya. tata letak ruang serta segala pernik-perniknya sudah menjadi hal yang dipelajari secara khusus oleh hampir semua bangsa, sejak awal mula adanya peradaban di dunia ini. Konstruksi dan penataan serta arsitektural bangunan-bangunan, pada saat itu merupakan perpaduan antara teknologi dan seni yang tinggi dimana dapat kita lihat dari peninggalan-peninggalan bangunan kuno yang masih ada sampai saat ini. Proses perkembangan secara "trial and error" dan pengalaman dalam kurun waktu yang lama menghasilkan pemahaman dan teori-teori.

Fengshui atau hongsui adalah ilmu yang menarik banyak perhatian. Pada era tahun 80-90 an Feng Shui mulai banyak diminati dan dipelajari lagi.

Salah satu kebudayaan tertua di dunia adalah kebudayaan China, yang sangat kuat dipengaruhi oleh ajaran Tao I Ching dan Khong Hu Cu. Perkembangan peradaban yang pesat dimulai ribuan tahun sebelum masehi, melahirkan terciptanya berbagai penemuan awal di segala bidang penghidupan. Pada kurun waktu antara tahun 2000 SM sampai tahun 1000 SM bangsa China kuno telah mengenal dunia kedokteran, ilmu ketatanegaraan, ilmu ekonomi, serta teknologi lainnya, diantaranya adalah terciptanya methodology peramalan serta analisa tata letak ruang yang dikenal dengan nama Feng Shui. Hongsui tidak dapat dipisahkan dari prinsip Ie Ching atau Ya Kheng, yakni kitab filosofis purba dari China. Filsafat I Ching mulai dikenalkan sejak sekitar 4900 tahun lalu dan lebih dikembangkan lagi pada masa Kaisar Fu Xi (Hok Hie , 2953- 2838 sm) Kata Feng Shui sendiri berasal dari gabungan kata Feng yang berarti angin (aliran) dan Shui yang berarti air (benda). Kedua kata ini digabung menjadi Feng Shui, ditengarai kemungkinan besar bangsa China purba telah mengenal ilmu ini bahkan sebelum mengenal kompas, sehingga untyuk menentukan suatu tempat hanya berpedoman pada pengaruh angin dan air saja.
Ajaran Tao yang sangat pesat melahirkan berbagai bidang ilmu Tao, yang salah satunya adalah Feng Shui. Feng Shui berkonsep pada pemahaman filosofis. Konon ilmu peramalan ini sangat dipercaya oleh raja-raja Tiongkok, sehingga para ahlinya dijadikan penasehat kerajaan. Ahli peramalan pada saat itu adalah kedudukan yang penting karena dipercaya mempunyai kekuatan supranatural dan mengetahui rahasia alam. Untuk melindungi posisi ini maka ilmu peramalan ini tidak diajarkan secara luas, hanya diajarkan secara turun-temurun. Pada umumnya masyarakat mengkelopokkan Feng Shui menjadi dua yaitu Feng Shui kuburan dan Feng Shui rumah / bangunan.


Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet