Showing posts with label Biksu. Show all posts
Showing posts with label Biksu. Show all posts

Friday, December 3, 2010

LP Tim Issariko, Wat Lahanrai


Luang Pu Tim lahir di Ban Hua Tunnttabuon, Tambon Laharn, Ampher Bannkaii, Chengwat Rayong. Namanya Tim, nama keluarga Ngamsii dan dia lahir pada tahun Kelinci, pada tanggal 16 Juni BE2422. Nama ayahnya adalah Kheh dan nama ibunya adalah Inn. Ketika ia masih muda, dia suka berburu untuk hewan dan akan membawa kembali buruannya bagi orang tuanya.

Pada usia 17, ayahnya mengirimnya ke Tan Phor Singh dan dia belajar selama satu tahun. Setelah menyelesaikan studi, ayahnya membawanya pulang. Pada BE2449, ia kembali ke kota asalnya dan ditahbiskan sebagai pendeta di Wat Thatkaow pada tanggal 7 Juni. Dia ditahbiskan oleh Phrakru Kaow, Archan Singh dan Archan Kehh dan diberi nama agama Issaliko.

Setelah menghabiskan satu tahun di Wat Thatkaow, ia pergi untuk retret hutan dalam jangka waktu tiga tahun dan dia pergi ke Wat Narmathom di Chengwat Chonburi selama dua tahun.

Luang Pu Tim belajar Wijja (magics) dengan Archan Lod, Archan Saii Archan Lem. Luang Phor Tim juga pergi untuk belajar di bawah Luang Pu Song Thao dari Wat Kongchin, yang juga pamannya. Sebelum Luang Pu Song Thao meninggal, ia meninggalkan sebuah buku Wijja dan Ar Kom di Wat Lahanrai untuk Luang Pu Tim dan Luang Pu Tim pun akhirnya menjadi kepala biara Wat Lahanrai.

Luang Pu Tim adalah seorang praktisi Dhamma yg ketat. Selama 50 tahun Luang Pu Tim selalu akan mengambil makanannya pukul 7 pagi dan minum teh sore di jam 4 sore dan dia juga seorang vegetarian. Luang Pu Tim meninggal pada tanggal 18 Oktober BE2518 dan dia berada dalam Sangha selama 72 tahun.

Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet

Luang Phor Doem, Wat Nong Poh


Beliau adalah Luang Phor Doem, Wat Nong Poh, propinsi NakornSawan, salah satu Top Luang Phor di Thailand.

Selama Hidupnya (B.E.2403-2494) Beliau telah membantu atau membuat lebih dr 30 Wihara yg tersebar di sekitar Propinsi NakornSawan, dan daerah sekitarnya spt Phicit, Pitsanulok dan Chainat.

Beliau sangat menyukai Hewan Gajah, dan srg menjadikan Gajah sbg tunggangannya apabila Beliau pergi. Jadi tidaklah heran apabila Amulet beliau sebagian besar terbuat dari Gading Gajah (Gajah yg telah meninggal kemudian, Gadingnya diambil dan dibuat Amulet)

Beliau terkenal dgn MeedMornya yg mendapatkan julukan "Conquering Knife"/ "God's Knife", Bahkan seseorang yg telah disakyant kebal pun gentar apabila melihat/berhadapan dgn org yg memegang MeedMor Beliau, krn Meedmor tsb akan menghilangkan efek kekebalan Sakyant org itu dan menusuk tepat dikelemahannya, Stlh terluka tidak bisa disembuhkan dan darah akan mengalir deras dr Lukanya, smp akhirnya org tsb Tewas!

Hal ini berlaku utk semua Ukuran Meedmor Beliau bahkan yg hanya 2-3inch pun memiliki kedahsyatan dan kengerian yg amat sangat. Dan Amulet Beliau yg mempunyai efek mirip dgn Meedmor tsb adalah Footprint/Jejak Kaki beliau yg berupa Phayant.

Ini adalah gambar dr "Conquering Knife"
Selain Meedmor ada jg Amulet beliau yg lain yg tidak kalah Hebatnya, yaitu Rooplor/Mini Statue/Rupa beliau yg dibuat spt patung kecil,
Amulet Luang Phor Doem skrg sangatlah langka dan hrgnya pun cukup "merogoh Kocek yg sangat dalam", tp bagi Kolektor berpengalaman, Amulet dan brg2 Luang Phor Doem sangatlah terkenal dan masuk dlm daftar "Top ten Most Wanted Amulet" di Thailand.

Bagi saya yg hanya seorang Nubie didunia peramuletan Thai, nama beliau hanya terdengar sayup2 layaknya Pahlawan Super Hero jaman dulu, dan tidak tahu bhw Amulet yg dibuat dan di Blessing oleh beliau sangatlah Kuat.
Ada sedikit Gosip di kalangan Kolektor Thailand yg mengatakan bhw,
"Ketika Amulet beliau (dlm hal ini Rooplor/Mini Statue) muncul/dipakai dan terlihat di leher seseorang..menandakan bhw org itu adalah Pria Sejati! dan org yg hebat!

Ini adalah gambar dr Rooplor beliau

Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet

Biografi Kruba Srivichai


Northern Thailand adalah tempat dengan banyak kuil beredar di negara Buddhist itu. Keterampilan & keindahan arsitektur chedis dan kuil-kuil yg umurnya berabad-abad di Chiang Mai sendiri adalah sumber kekaguman dalam memandang Thailand Utara. Banyak dari keindahan ini akan hilang untuk generasi mendatang, namun berkat dedikasi dan bimbingan seorang yg sangat dihormati oleh banyak orang sebagai orang suci Buddha di Thailand utara, Kruba Sriwichai, hal ini bisa dihindari.

Saat itu di tengah-tengah badai, istri seorang petani di sebuah desa miskin di Kecamatan Lee, Provinsi Lamphun (diucapkan Lumpoon) melahirkan seorang putra. Saat itu tahun 1878, dan saat-saat setelah kedatangannya ke dunia, langit dibersihkan. Angin berganti dengan angin lembut, dan hujan lebat berhenti.

Bayi itu bernama Inta Fuen, (pertanda baik, atau pertanda) atau Fah Rohng (badai kekerasan). Saat ia tumbuh dewasa, ayahnya memberi Fuen tanggung jawab untuk memelihara ternak keluarga. Sebagai seorang anak, dia akan mengantar kerbau ke padang rumput sementara orangtuanya bekerja keras di sawah.

Fuen berusaha untuk memenuhi setiap kebutuhan binatang 'dari fajar hingga senja setiap hari; menunjukkan kepada mereka kebaikan dan pengertian. Tak lama setelah ulang tahunnya yang kesepuluh, ia dan hewan-temannya terjebak dalam badai, dan Fuen berlindung di bawah pohon palem di dekatnya. Saat hujan mereda, dan badai itu menjauh, anak itu melihat biksu mendekat. Ia menyambut biksu tsb dgn hormat, Fuen menyatakan bahwa suatu hari ia juga akan bergabung dgn mereka.
Biarawan itu, merasa bahwa ada sesuatu yang khusus tentang anak ini, mendekati orang tua Fuen, dan meminta mereka untuk memungkinkan anak mereka dapat ditahbiskan. Pasangan ini menjelaskan bahwa kehidupan akan jauh lebih sulit untuk keluarganya jika anak itu meninggalkan rumah. Biarawan itu lalu melanjutkan perjalanannya, meninggalkan Fuen kecewa.

Anak itu, bagaimanapun, tetap terus-menerus; selalu mengingatkan orangtuanya, menjaga keinginan untuk dapat ditahbiskan. Akhirnya, pada hari ulang tahunnya yang ke-18, dan meskipun mereka miskin, orang tua Fuen's memperbolehkan putra mereka dapat ditahbiskan sebagai biarawan pemula. Remaja itu memulai studinya di bawah asuhan Kruba Kattiya; kualitas biarawan terhormat yang sama yang, bertahun-tahun sebelumnya, telah bertemu Fuen selama badai, dan diakui keistimewaannya.

Fuen, ditahbiskan, dan menjadi Samanera atau Samanen (pemula) Sriwichai. Pemula ini mengejutkan bahkan gurunya sendiri dengan semangatnya untuk pengetahuan, dan perilaku tanpa cela-nya. Dalam waktu dua tahun, ia ditahbiskan sebagai biksu dengan nama Siri Wichayo Bhikhu dan menjadi dikenal sebagai Pra Sriwichai.

Selama empat tahun berikutnya, biarawan muda ini menunjukkan komitmennya pada kepedulian terhadap semua makhluk yang datang menemui dia, nama - Kruba - (seseorang yang murah hati, penyayang, dan bijaksana untuk kebutuhan lainnya). Kruba Sriwichai naik menjadi kepala biara wat lokal, dan merancang dan membangun sebuah kuil baru untuk kabupaten, karena wat yang lama telah runtuh.

Kruba Sriwichai mengunjungi seluruh area distriknya, membantu orang miskin dan orang sakit. Karena kesederhanaannya, masyarakat pedesaan menghormati pemimpin spiritual muda mereka untuk sebuah gelar yang menyebabkan kecemburuan dan kebencian di antara para pejabat lokal, dan di dalam sangha itu sendiri.

Tuduhan palsu berlimpah, dan paling tidak pada dua kesempatan, dia dipenjara karena dugaan pelanggaran terhadap masyarakat. Tuduhan berkisar dari penobatan bikhu pemula tanpa izin atasan, sampai menghasut pemberontakan di antara orang-orang di wilayah ini.

Penganiayaan terhadap Kruba termasuk menurunkan jabatannya dari kepala biara menjadi rahib biasa, dan perintah dikeluarkan bahwa ia dilarang berada di wilayah Lamphun, dan tidak diberi tempat tinggal atau rezeki oleh para biarawan dari setiap wat di provinsi ini.

Kruba menolak perintah untuk pergi, dan tetap berada di antara murid-muridnya. Dia kemudian diperintahkan untuk menghadap Pangeran wilayah Lamphun untuk menjawab tuduhan. Tapi, saat ia berjalan ke Lamphun City, sekelompok kecil pengikutnya tumbuh menjadi beberapa ribu dgn bergabungnya sesama biarawan dan penduduk desa dari seluruh provinsi.

Takut polisi lokal tidak akan mampu mengendalikan kerumunan, meskipun pemrotes berlangsung damai, kasus biarawan itu dirujuk ke penguasa Pangeran tetangga yaitu Chiang Mai, untuk penilaian.

Disepakati bahwa Kruba sebaiknya melanjutkan perjalanan ke Chiang Mai, tetapi dengan hanya empat dari banyak muridnya untuk menemaninya. Saat kedatangannya, bagaimanapun, pengikutnya dicegah mengikutinya, dan ia sendiri ditahan di Wat Sri Don Chai, di mana ia tinggal selama berbulan-bulan.

Orang-orang dari Chiang Mai berbondong-bondong ke kuil dengan persembahan makanan bagi biarawan. Kasus ini terbukti terlalu kontroversial bagi setiap pejabat untuk menangani di Chiang Mai, dan dengan simpati publik yang terus berkembang untuk Kruba, kasusnya dirujuk ke Bangkok.

Perlakuan tidak adil pada Kruba telah menjadi masalah kepentingan nasional. Kepala ordo monastik Buddhis, Pangeran Agung Patriark, Somdej Pra Maha Samana Jao, akan membuat penilaian akhir.

Pada musim panas 1920, Kruba ditemukan tidak bersalah, dan pada usia 42, masih jelas mata dan pikiran tapi fisik lemah, ia meninggalkan Bangkok dengan kereta api untuk tanah kelahirannya di Utara.

Ketika keretanya masuk ke stasiun Lamphun, Kruba Sriwichai disambut oleh kerumunan besar orang dari berbagai bidang sosial. Ternyata yang kaya dan berkuasa telah bergabung dengan masyarakat miskin menyanjung biarawan tsb.

Selama bertahun-tahun menghadapi penyalahgunaan wewenang oleh pejabat publik, Kruba tidak pernah kehilangan ketenangannya; bersikap tenang dan bermartabat. Mengagumi sifat-sifat ini, dan mengingat bakat biarawan itu untuk melakukan restorasi, oleh Pangeran Provinsi Lamphun, Kruba diundang untuk tinggal di Wat Jamathaewee, sebuah kuil kuno yang telah runtuh. Menerima undangan, rahib mengatur pemulihan wat untuk mengembalikan kemuliaannya, dan memulai program rekonstruksi di Siam Utara yang akan memberikannya gelar "biksu pengembang." Dalam 19 tahun, Kruba merenovasi dan membangun 105 candi lama dan baru di provinsi Lamphun, Chiang Mai, Chiang Rai, Payao, Lampang, Sukhothai, dan Taak.

Kruba bekerja tidak terbatas untuk pembangunan kembali kuil. Di bawah bimbingannya: sekolah, jembatan, bangunan pemerintah, dan jalan, terutama jalan dari Chiang Mai ke Wat Doi Suthep Pra Thart, dibangun.
Pembangunan jalan Doi Suthep berlangsung pada 1934, dan membutuhkan hampir enam bulan untuk menyelesaikan 11,5 kilometer. Sebelumnya, tidak satupun kecuali peziarah yg sangat tabah yang mampu selama lima jam naik gunung berhutan padat untuk mengunjungi, apa yg hingga hari ini masih salah satu kuil Buddha yang paling suci di Thailand. (Pilgrim's Path - ziarah dgn berjalan kaki masih digunakan hari ini oleh orang beriman dan mereka yang mencari tempat latihan yang baik.)

Lima tahun setelah selesainya jalan Doi Suthep, Kruba jatuh sakit, dan dibawa kembali ke desa kelahirannya, Ban Paang, di provinsi Lumphun, di mana ia meninggal di usia ke 61-nya.

Pemakamannya dihadiri oleh ribuan; pihak kerajaan maupun pekerja di pedesaan datang dari seluruh negeri untuk memberi penghormatan kepada anak petani sederhana yang tumbuh menjadi orang suci Buddha di Thailand utara.

Monumen Kruba Sriwichai terletak di kaki Doi Suthep di samping jalan yg ia bangun, yang memungkinkan jutaan peziarah dan wisatawan mengakses Wat Doi Suthep Pra Thart.

Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet

Wednesday, November 24, 2010

meed mor Luang Por Derm

PraKru NiWahTumMaKhan atau Luang Por Derm menggunakan bahan logam terbaik untuk meed mor buatannya. Setelah mengumpulkan bahan-bahan ini, ia kemudian akan menyerahkannya ke pande besi untuk melebur dan membuat mereka menjadi pisau. Ini bukan merupakan logam biasa tapi logam terbaik untuk membuat Meed Mor:

1. TaPu SangWaNoh - paku dari kuil (altar utama). Dianggap sebagai bahan yang baik karena bertahun-tahun pembacaan paritta dalam kuil utama dan telah membuat paku ini secara tidak langsung telah disucikan.

2. TaPu Lohng Phee dan Lek Teem Phee - paku peti mati 'dan logam yang menembus mayat. Logam ini dihantui "roh-roh" orang mati dan salah satu elemen kuat untuk membuat pisau yang akan menembus semua perlindungan magis dr Sakyant.

3. Baht Dtaek ChumRot - pecahan mangkuk sedekah. Luang Por Derm akan menuliskan rajah/Yant di mangkuk sedekah tsb sebelum memberikannya ke pande besi.

4. Lek Num Pee - Ini jenis logam terbaik yang digunakan selama zaman kuno untuk membuat pedang dan pisau. Mereka mampu menembus perisai dan baju besi yang paling sulit karena Lek Num Phee sudah memiliki elemen kuat di dalamnya.

Adapun sarung dan gagang dari Meed Mor, biasanya dibuat baik dari gading atau tulang gajah. Meed Mor besar biasanya menggunakan gagang dr tulang dan Meed Mor kecil dr gading. Jadi, ini menjelaskan mengapa warna gagang berbeda antara Meed Mor besar dan yang lebih kecil. Ada juga sarung yg dibuat dari tanduk kerbau berwarna hitam.

Pengikat dan cincin dekoratif pada pisau dibuat oleh pande perak. Ada tiga jenis bahan yang digunakan, emas, perak dan perunggu. Yang lebih umum adalah perak dan yang paling langka adalah GaSat Sahm yang menggunakan emas, perak dan perunggu pada pengikat dan cincin dekoratif pisau yang sama.

Setelah setiap bagian pisau telah selesai, Luang Por Derm akan memasukkan bahan lain dan menyucikan pisau Meet Mor. Sebelum menyatukan gagang dengan bilahnya, ia akan memasukkan bahan suci berikut:

1. Phong ItiJe - bubuk khusus Luang Por Derm dibuat dari rajah/Yant magis, baik untuk Kong GraPan (kebal terhadap semua senjata).

2. Sen GeSah (rambut) - rambut Luang Por Derm yang ia cukur dari kepalanya setiap bulan purnama.

3. DtaGru San GaSat - tulisan tangan rajah/yant pada lempengan emas, perak atau perunggu yg digulungkan pada gagang bilah pisau.
Setelah memasukkan semua bahan tersebut, Luang Por Derm akan menggunakan Wichah AhKom (sihir) untuk menyegel semua bahan tadi. Kemudian Luang Por Derm akan menyucikan pisau tersebut lagi.

Monday, October 11, 2010

Luang Phor Phrom Wat Chong Kae


Luang Phor Phrom lahir BE2427 April 20 di Tambon Bahn Praek Ampher Maharaj Changwat Nakhon Syee Ayutthaya. . Ia adalah putra dari Mr Mhi dan Mrs Lang Lorm Gosak. LP Phrom mulai belajar membaca dan menulis sejak usia muda dini dengan biksu di kuil dekat rumahnya. Dia kemudian mendapat ordinasi pada tanggal 15 Maret BE2447 dan menerima nama "Thawaro". Sebelum Luang Por Phrom ditahbiskan sebagai biarawan, dia sudah belajar mantra magis dari Archan Puang.
LP Phrom mempelajari sihir dan arkhom katha di bawah Acharn Puang, Acharn Phoo Worn dan LP Dam yang berasal dari garis keturunan LP Sang (salah satu guru Somdej Toh Wat Rakhang). LP Phrom juga menggunakan kesempatan itu untuk belajar dan pertukaran seni sihir dengan senior nya LP Doem Wat Nongpho.

Setelah dia menjadi biarawan, Archan Puang membawa Luang Phor Phrom untuk belajar Dhamma di bawah Luang Phor Dum. Setelah 4 tahun, Luang Phor Phrom pergi untuk menjadi murid Archan Poowon. Archan Poowon mengajarkan semua mantra ajaib yang dia tahu kepada Luang Phor Phrom. Setelah Archan Poowon meninggal, Luang Phor Phrom berhenti belajar dari semua guru.

3 guru yang Luang Phor Phrom telah belajar dari, adalah guru terbaik selama waktu itu. Guru pertama, Archan Puang adalah murid dari Luang Poo Bahng Mah Wat Muang, yang juga guru Prajow Taksin Maharaht (Raja Thailand sebelum periode Rattanakosin). Adapun Archan Poowon, dia adalah murid dari Luang Poo Nin of Wat Keow Pah Sak. Luang Poo Nin adalah saudara Luang Poo Saeng, yang adalah guru dari Pra Somdej Praputjahn Dtoh.

Luang Phor Phrom pergi tinggal di hutan (Tudong) di BE2457. Dia tudong sekitar pegunungan Kae Chong di Nakon Sawan Propinsi. Ketika ia pertama tiba di dalam Chong Kae perbukitannya, ada badai yang berat. Para penduduk desa memintanya untuk berlindung di dalam gua.

Malam pertama ketika Luang Phor Phrom tinggal dalam gua itu, ia jatuh tertidur setelah perjalanan panjang. Luang Phor bermimpi citra manusia dalam mimpinya; membimbing dia bagaimana mengikuti jalan ajaran sang Budha. Luang Por Phrom memutuskan tinggal di gua sebagai tempat tinggal, karena pada malam pertama ia sudah memimpikannya.

Luang Phor Phrom cepat kembali ke Ayutayah Propinsi menjual semua tanah pertanian, yang diturunkan oleh orang tuanya. Dalam BE2458, Luang Phor Phrom kembali ke desa Chong Kae. Dengan bantuan penduduk desa dan uang yang dimilikinya, ia membangun sebuah kuil yang dinamakan sebagai Wat Chong Kae. Luang Por Phrom tinggal di Wat Chong Kae selama 60 tahun, sampai dia meninggal pada BE2518 30 Januari pada usia 96 tahun dan sebagai seorang biarawan selama 71 tahun.

Luang tubuh Phor Phrom disimpan di peti mati kaca di Wat Chong Kae. Tubuhnya tetap dalam kondisi baik, dan tidak ada tanda pembusukan. Bahkan, jarinya kuku dan rambut tubuh masih terus berkembang, seakan Luang Phor Phrom hanya tertidur dan tidak meninggal. Beberapa orang mengatakan bahwa, ini adalah tingkat Arahang, di mana tubuh tidak akan membusuk selamanya.

LP Phrom sangat terkenal dengan "Paeng Gam Geow Jed Chan" katha (7 tingkat dinding kaca) yang dapat melindunginya dari binatang liar bahkan tanpa merugikan mereka selama perjalanan banyak lewat hutan lebat dan perawan.

LP Phrom adalah seorang biarawan rohani yang besar yang memungkinkan dia untuk berjalan di atas air. Dia juga sangat baik pada pencampuran herbal yang membantu untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Dia seorang biarawan dengan sedikit kata-kata karena ia lebih suka untuk mendengarkan lebih banyak orang daripada berbicara. Namun, banyak warga desa dan murid-murid menyebutnya sebagai "The Golden Mulut Monk" hanya karena apapun yang keluar dari mulutnya akan menjadi kenyataan.
Sumber:
*Thai Magazine

LP Phrom Wat Chongkae Rian Mahalarp Roon Sao Har BE2516

Ven.Lp Sodh Wat Paknam



Salah satu dari 10 biarawan atas guru terbesar di Thailand adalah Venerable (yang terhormat, disingkat menjadi Ven.) Luang Phor Sodh, PakNam Wat, Charoen Phasi. Namanya populer disebut Ven. LP Wat Pak Nam. Dia menemukan kembali Vicha (ilmu) Dhammagaya yang telah punah, dan beliau memperbaharuinya sehingga menjadi dikenal secara luas di Thailand dan luar negeri. Ven. adalah murid dari Luang Phor Niam, Wat Noi dan Luang Phor Nong, Wat Ba DAT.
Ven. LP Sodh lahir pada hari Jumat di tahun 2427. Sebagai anak sulung dengan 5 bersaudara, dia adalah seorang anak yang sangat bekerja keras dan berbakti yang merawat ibunya selama 19 tahun. Ketika ia masih seorang pemuda, ia membuat hidup nya dengan menjual beras. Perjalanan sering dari Supanburi ke Bangkok. Saat itu kehidupan sangat sulit dan banyak terjadi perampokan.
Ven.Lp Sodh memasuki kerahiban setelah memasuki usia 20. Ven. membuat resolusi mutlak bahwa ia akan berlatih dan meninggal sebagai seorang biarawan. Sebelum menjadi Kepala Biara Wat PakNam, Ven. adalah dari Wat Mahathat dari Supanburi. Bahkan kemudian, Ven. adalah seorang dermawan yang sangat tulus yang mendukung Dhamma dan Sanghas dalam setiap cara. Ketika Ven. sedang bermeditasi di Wat Mahathat, ia membuat penegasan bagi dirinya sendiri bahwa ia akan mencapai Jalan dan jika tidak ia tidak akan bangkit dari tempat duduknya.
Ven. kemudian mencapai penembusan meditasi Vicha Dhammagaya di 2459, dan sejak saat itu beliau mengajar pengetahuan Dhamma kepada murid-murid-Nya sampai Ven. meninggal pada 3 Februari 2502. Vicha Dhammagaya adalah Dhamma yang sangat gaib, bahkan tingkat dasar dan menengah bisa membawa mukjizat tentang komprehensif, seperti membuat setiap cuaca di daerah tersebut di ingin, penyembuhan penyakit bahwa phisician modern tidak dapat menyembuhkan, mendeteksi dan menemukan benda yang tersembunyi atau hilang, meramalkan masa depan atau kembali ke masa lalu untuk memeriksa Karma, dll. Vicha Dhammagaya begitu ajaib dan bahkan semua ilmu hitam akan menyerah dan takluk kepadanya. Jadi jika orang yang mencapai Vicha Dhamagaya datang mendekati praktisi ilmu hitam, semua ilmu hitam dari orang tersebut akan secara otomatis hancur! Untuk Dhammagaya Vicha yang lebih pakar, dapat membawa mukjizat tentang komprehensif dan menundukkan Mara (kejahatan) untuk mencapai Dhamma tertinggi negara Nipphann atau Niravan. Ven. telah disebutkan sebelumnya bahwa dia membuat amulet nya dengan caranya sendiri, yaitu dengan metode Vicha Dhammagaya. Amuletnya belum pernah dibuat dengan cara mengulang Katha(mantra) tertentu. Banyak orang tahu amulet yang dibuat oleh Ven. LP Sodh sangat saksit (powerfull). Selain amulet Wat Phra Somdej Rakang yg dibuat oleh Somdej Toh, ini adalah koleksi terbaik berikutnya oleh banyak kolektor VIP, VVIPs dan orang-orang kaya. Amulet dari LP Sodh Wat Phra PakNam telah menunjukkan banyak mukjizat selama bertahun-tahun mencapai sukses besar untuk menghindari peluru.
Pengetahuan dasar dari Dhammagaya Vicha adalah pusat pembuatan tubuh (perut batin di tingkat pusar) sejelas kristal. Teknik ini untuk melakukan ini-secara bertahap memindahkan bola kristal imajinatif ke bawah dari tubuh bagian atas ke pusat tubuh, kemudian fokus pada pusat bagian dalam bola kristal dan pergi ke depan lebih dalam dan lebih dalam. praktisi akan melewati (astral) badan 18 batin, dari kasar ke halus. Pada tubuh 18, disebut Dhammagaya Arahat, munculah Buddha kristal, dimana ini adalah tingkat pikiran yang paling murni. Orang yang mencapai keadaan ini bisa melakukan out-of-bodying atau membuat tubuh batin terpisah dari tubuh fisik ke mana-mana, bahkan berlutut di depan Sang Buddha di Nipphann surgawi dan menyembah kepadanya!

Dalam BE2493 (AD1950) Phor Luang Wat PakNam mulai membuat jimat sebagai hadiah untuk donor yang membantu dia membangun sebuah sekolah Dhamma besar yang membutuhkan sejumlah uang besar. Di antara para biksu di Vihara khawatir tentang proyek ini, semua orang berpikir itu tidak mungkin untuk mengumpulkan sejumlah besar uang tersebut.
Tapi Luang Phor berkata "Kalian semua jangan khawatir, itu tugas saya untuk melakukannya untuk Anda. Silakan membuat pikiran yang tenang dan rajin untuk berlatih Dhammagaya yang saya ajarkan kepada Anda. Bahkan walaupun itu suatu bangunan besar dan membutuhkan banyak uang untuk membangun, saya tidak bekerja sendirian. Dhammagaya (tubuh astral Buddha) datang untuk membantu saya dan akan membawa saya ton uang. Jadi jangan khawatir, Anda hanya menunggu dan melihat "
Ini adalah fenomena luar biasa besar, candi dibanjiri orang-orang yang bermaksud untuk menyumbangkan uang kepadanya untuk membangun sekolah. Satu yang menyumbangkan 25 Baht akan menerima hadiah jimat dari tangannya. Bahkan jutawan yang menyumbangkan puluhan ribu Baht pun, ia masih memberi hanya satu jimat untuk penyumbang tersebut. Keponakan-Nya Lp Sodh, almarhum Patriark Agung (Somdej Pa dari Wat Bodhi), bertanya "Mengapa Luang Phor memberikan jutawan itu hanya satu jimat? Dia menyumbangkan sejumlah besar uang, bisakah Anda memberinya 10 jimat atau lebih? "
Luang Phor berkata "Kau tahu apa-apa, jimat adalah benda yang tak ternilai, lebih berharga daripada sejumlah uang. Salah satu yang menerima jimat paling suci semacam ini akan menjadi kaya dan memiliki harta karun besar dari satu miliar. "
Dia begitu ketat dalam menyalurkan jimat, dan tidak ada jimat kedua akan diberikan kepada penerima yang sama. Setelah Patriark Agung Somdej Pa memberikan jimat sendiri kepada seorang anak laki-laki, ia kemudian meminta untuk yang baru dari Luang Phor, tapi Luang Phor tidak pernah memberinya. (Oleh karena itu harap sangat sadar jika orang mengklaim bahwa mereka memiliki banyak!)
Luang Phor Sodh Wat PakNam memberkati jimat nya dengan mengundang semua Buddha untuk mengisi kekuasaan suci mereka ke jimat melalui masa Prapaskah 3-bulan. Dia berkata, "Semua Buddha dari setiap zaman berkumpul dan memberkati jimat ini nonstop selama 3 bulan. Setelah selesai, semua mereka mengatakan ini adalah jimat terbesar pertama yang pernah dibuat di dunia! "
Bila Anda memberikan kontribusi baik kepada Ven., Ia akan memberikan Anda sepotong Wat Phra PakNam dibungkus dengan selembar kertas. Petunjuk tentang cara terbaik menggunakan jimat ini. Cara menggunakan jimat Luang Phor PakNam Wat's? Dia mengajarkan bahwa pemilik harus menatap jimat dan mengingatnya, dan kemudian arahkan gambar imajinasi amulet di pusat tubuh saat membaca Samma ARAHANG terus menerus. Memfokuskan pikiran Anda di tengah gambar. Hanya pikiran Anda berhenti di situ, lalu menyelam lebih dalam dan lebih dalam di titik pusat, tidak pernah kembali. Akhirnya, gambar akan secara otomatis berubah menjadi kristal-seperti Buddha, kemudian fokuskan pikiran Anda di pusat tubuh Sang Buddha. Buddha yang berkilau akhirnya akan muncul. Pada tahap ini, Anda bernapas sedikit dan perlahan-lahan. Sekarang Anda dapat berdoa atau meminta segala sesuatu yang Anda ingin dari Sang Buddha. Ini adalah cara yang paling efektif untuk meminta bantuannya. Anda akan cepat atau lambat mendapatkan apa yang Anda inginkan.
Wat Phra PakNam menggambarkan gaya Buddha yang menggambarkan "Savakkhato Bhagavata Dhammo Sanditthiko Akaliko Ehipassiko Opanayiko Paccatam Veditabbo Vinnuhiti". Ini hanya berarti Pengajaran sempurna diucapkan oleh Sang Bhagava, dapat diverifikasi di sini dan sekarang, adalah dengan buah segera, mengundang semua untuk menguji untuk diri mereka sendiri, mengarah maju ke Nibbana, dan akan dialami oleh orang bijak, masing-masing untuk dirinya sendiri.
Luang Phor Sodh Wat PakNam menciptakan 3 batch dari jimat ini, setiap batch 84.000 buah (melambangkan kata-kata Buddha). Yang batch pertama di BE2493, sekitar 40% disikat dengan pernis dan 60% adalah permukaan dataran; tahap kedua di BE2494, cetakan sama dengan batch 1, semua jimat disikat dengan pernis; dan batch ketiga dalam BE2499, menggunakan cetakan lama dan baru. Karena sangat sulit untuk membedakan jimat yang disikat dengan pernis antara batch ke1 dan 2, sehingga semua jimat yang disikat dengan pernis diasumsikan sebagai batch 1.

Tubuh Ven. LP Sodh digunakan untuk terlihat seperti foto di atas, namun sekarang telah ditutup untuk melihat.
Di bawah ini adalah indikasi nilai koleksi Wat Phra PakNam:

Sumber: www.lekwatruak.tripod.com dan bbrp majalah.
Koleksi Pribadi:
Lp Sodh Wat Paknam Roon 3 BE.2499

* 2’nd Placing From Tan Hua Seng Competition

Ajahn Khun Pan (1898-2006[BE2441-2549])

image

Mayor-Jenderal Pol Khun Pan Tharak Rajadej (Ajahn Khun Pan) lahir pada tanggal 18 Feb 1898 [BE 2441], di Nakhon Sri Thamarat's kabupaten Sala Tha. Leluhur beliau berasal dari Saiburi, Orang tua beliau sempat pindah ke Nakhonsi. Ayah Beliau bernama Nai Muen, dan ibunda bernama Thong Jan. Mereka memiliki 6 Anak laki-laki, dimana KhunPan adalah anak kedua. Pada masa kecilnya, Ayahnya telah mengajarkan prinsip dasar dari bahasa dan KhunPan belajar bahasa Pali dari Bhante di wihara setempat.
Pada saat beliau berusia 9 tahun, Beliau bersekolah di WAT BAAN SUAN. Pada hari pertama disekolah, beliau diberikan test IQ oleh gurunya dan setelah sang guru menglihat hasil test tersebut, beliau diijinkan untuk bergabung dengan kelas DUA. Pada hari selanjutnya Beliau kembali disuguhkan dengan test IQ standard kelas DUA, dimana sang Guru mengijinkan beliau untuk segera bergabung dengan kelas TIGA. Dari kejadian ini telah membuktikan bakat dan IQ beliau pada saat beliau belia.
Di masa SD, hasil belajar beliau selalu berada diposisi terbaik dan menjadi murid terbaik di kelasnya. Kapanpun beliau memiliki waktu senggang, beliau akan pergi belajar Metaphysics dan Magics dari gurunya. Beliau kemudian berguru kepada Luangpu PUN dari Wat Kao Au untuk menambah ilmu. Di Wat Kao Au, Beliau memperdalam ilmu dibidang pengobatan, air suci, melantunkan bacaan doa sepanjang siang dan malam selama beberapa hari. Guru Beliau juga memberikan tattoo Yant kepada beliau supaya beliau kebal terhadap senjata seperti peluru dan senjata lainnya.
Ketika beliau berusia 21 tahun, AC KhunPan bergabung dengan kepolisian dan menjalani latihan kepolisian di Nairoihuaijarakhet, Nakhonpathom selama 5 tahun. Selama latihan, Beliau mendalami ilmu beladiri seperti Judo, Thai Boxing, dan ilmu pedang.
Setelah lulus di usia ke 26 tahun, AC KhunPan dikirim ke kabupaten PATTALUNG sebagai Inspektur polisi. Pattalung adalah kabupaten yang terkenal sebagai tempat persembunyian bandit-bandit terkenal. Bahkan ada beberapa daerah yang polisi juga engan untuk masuk. AC KhunPan tidak takut dan menantang semua bandit-bandit tersebut. Dalam 5 tahun, beliau telah sukses menangkap bandit-bandit seperti Bandit Sang, Bandit Poo, Bandit Mung, Bandit Thong, Bandit Yit, Bandit Dang dll. Oleh prestasi tersebut, AC KhunPan menjadi terkenal dan salah satu Inspektur terbaik di Thailand.
Pada saat beliau berusia 30 tahun, AC KhunPan meminta cuti untuk menjadi Biksu di Wat Mahathat selama 1 tahun dibawah bimbingan Jao Khun Rathanadum Chamuni. Dalam setahun tersebut, AC KhunPan mempelajari Kitab Suci, Ajaran Buddha, dan disiplin. Setelah setahun berlalu, Beliaupun kembali ke kehidupan duniawi-nya dengan penuh harapan dan diterima dengan tangan terbuka oleh rekan-rekannya di kepolisian.
Setelah menjalani kehidupan duniawi-nya selama sebulan, Beliau dipindahkan ke Narathiwat sebagai Inspektur. Disana terkenal sebagai daerah yang mayoritasnya adalah muslim, akan tetapi AC KhunPan dapat beradaptasi dan berinteraksi dengan orang Melayu disana dalam waktu singkat. Akan tetapi, kemudian terjadi insiden besar. Ada sekelompok Bandit yang di back-up oleh pejabat politik dan memiliki ilmu Magic yang kebal terhadap peluru, bertindak semena-mena seperti membunuh dan merampok. Warga sangat dilesahkan oleh kehadiran Bandit tersebut. Setelah AC KhunPan mengetahui masalah ini, beliau bertekat untuk menangkap Bandit tersebut. Setelah beberapa bulan mengintai, akhirnya AC KhunPan berhadapan langsung dengan Bandit tersebut. Terjadinya perkelahian dan pertempuran baik secara fisik maupun Magic yang sangat seru, akhirnya AC KhunPan mampu mengalahkan Bandit tersebut dan menahannya didalam penjara. Tidak lama kemudian, Bandit tersebut bunuh diri didalam penjara. Sejak itu, masyarakat disana menghormati AC KhunPan dengan gelar Raja Kecil. Setelah itu AC KhunPan pun bertugas diberbagai daerah seperti Pattalung, Songkhla, Suranthani, Pijit, Ayutthaya, Narathiwat, dan Sukhothai. Pada masa tugasnya, AC KhunPan telah menangkap lebih dari 100 Gembong penjahat/bandit terkenal.
AC KhunPan akhirnya pensiun dari kepolisian pada tahun 2507. Pada Tahun 2516, Beliau menjadi Senat dibawah partai Demokrasi. Beliau memiliki 12 anak. Dari istri pertama, Nang Chalui melahirkan 8 anak. Ketika Istri pertama beliau meninggal dunia, beliau menikahi Nang Songsamui yang kemudian melahirkan 4 anak untuknya.
Pada Tahun 1987(BE2530), Seorang media perempuan di kuil Wat Nangpaya meminta kepada Mayor Jenderal Polisi Sanback Thammitku yang merupakan kepala polisi propinsi tsb untuk memanggil dan mencari tahu siapa itu Khun Pan. Ketika para polisi sampai di rumah Khun Pan, ternyata KhunPan sudah menunggu diluar rumah. Khunpan lalu berteriak kepada mereka, “KENAPA KALIAN MEMBAWA RIBUAN ORANG KESINI?” Ternyata Sang Media memberitahukan bahwa hanya KhunPan yang bias melihat ribuan orang tersebut. Mereka adalah tentara masa lalu dan pengikut setia Jatukam Ramatep yang datang untuk mendapatkan pahala dalam membawa kabar baik tersebut.

Ketika Khun Phan mencapai Wat Nangpaya dan melihat posisi duduk medium perempuan tsb dengan tangan kiri di lutut dan tangan kanan diletakan di lutut kaki kanan dengan telapak tangan menghadap ke luar, ia segera berseru dan mengatakan kepada mereka yang hadir bahwa mereka adalah Jatukam-Ramathep, umumnya sekarang dikenal sebagai Jatukam oleh Thailand. Segera Jatukam mengatakan kepada Khun Phan bahwa mereka telah menunggu selama lebih dari seribu tahun.
Jatukam lalu bercerita bahwa ada seorang Brahmana yang jahat dengan kekuatan magis yang kuat, yang disebabkan oleh kecemburuan atas ketenaran dan kehormatan Jatukam, sehingga Brahmana tersebut melemparkan mantra feng sui buruk ditempat pemakaman mereka setelah kematian Jatukam dan pengikutnya. Beliau lalu mengintruksikan KhunPan untuk mencari pohon ajaib tertentu yang dikenal dengan nama Mai Takien Numrueg untuk diukir gambar jatukam diatas batang kayu tersebut dan dijadikan Pilar Suci dilokasi Feng Sui yang dikenal sebagai LERK MERNG, Pilar Kota Nakorn Sri Thammarat.

Dengan dukungan dari pemerintah provinsi, KhunPan menggalang dana untuk pembanguan Pilar tersebut. Jatukam juga mengintruksikan KhunPan untuk membuat Amulet berbentuk Bulat dengan mengunakan berbagai bahan utama seperti Debu dan Sisa-sisa pohon Mai Takien Numrueg tersebut.

Pada saat itu, Amulet berdiameter 5cm hanya diedarkan dengan mahar sebesar 49BATH. Pembangunan Pilar sebagian selesai pada tahun 1987. Sekarang, untuk amulet keluaran pertama AC KhunPan tersebut sudah seharga 1.000.000 Bath.

AC KhunPan adalah seorang polisi yang sangat dihormati, meskipun beliau kuat dan terkenal, ia tetap sangat rendah hati dan dikenal karena kejujuran dan integritas dalam membasmi penjahat terkenal pada masa itu. Beliau meninggal dengan alami pada usia 108 tahun pada tanggal 5 September 2006 (BE2549). Setelah didoakan dan dibacakan parita selama 100 hari, pada awal 2007 (BE2550) AC Khun Pan akhirnya di kremasikan. Pada saat upacara kremasi beliau, dimana diadakan secara kekerajaan, dihadiri lebih dari 200.000 orang di kuil Wat Pra Mahathat, Nakhon Sri Thammarat, yang menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas di daerah tersebut. Upacara Kremasi dipimpin oleh Yang Mulia Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn dan pemakaman dilaksanakan dibawah lindungan Yang Mulia Raja dan Ratu Thailand pada saat itu.

Sumber:
hxxp://mymall.netbuilder.com.my/inde...etruthfengshui
Siamese Spiritual Journal 02 edition march 2009
Jatukam Book in Thai Language
Semoga Semua Mahluk Berbahagia.
Hormat
PhraRahoo
Update
AC KhunPhan Jatukam Stamp, Copper BE 2549

AC KhunPhan 1'st Batch Jatukam Stamp, Nawa BE 2530

 


Phra Putha Sihing 1st Batch BE.2530 by Achan Khun Phan

AC KhunPan Jatukam, Udomchoke BE 2547


AC KhunPan Rahu, BE 2544

PARANG 2550 OLEH ANAK AC KHUNPAN




JATUKAM 2544

Jatukam 8 arrow silver coated 2548, Bless AC Khopong, Kruba Krisada, Kruba Kissana, etc

Saturday, June 19, 2010

Luang Phor Boon , Master of Metta n Sakyant Blessing



Luang Phor Boon merupakan salah satu dari 10 Guru yang termasyhur di Thailand,
Beliau sangat dihormati atas kelebihannya di bidang Buddhakhom .
Beliau berkemampuan Maha Chinda Manee Mantra yang dikatakan ketika dinyanyikan dengan samadhi besar, beliau dapat melakukan blessing Metta, Kekayaan dan Fortune kepada siapapun.

Luang Phor Boon membuat banyak amulet. Beliau terkenal karena amuletnya yang disebut Phongya Chindamanee (Herbal Amulet). Selain herbal amulet , beliau juga membuat banyak amulet terdiri dari tanah yg di oven , perunggu, perak, tembaga, timbal / timah dan sebagainya [Khiao Ser (Tiger Tooth) , Bia Ge (Shell Cowry), Nak Prok dan NangKwak].

Luang Phor Boon sering mengunjungi daerah Pangoong Doi , Amphor Mae Jam, Chiangmai Province ( ialah daerah miskin seperti tak punya masa depan)
disana Beliau mengajar keterampilan , mendidik baca tulis, dan mendoakan mereka untuk dapat menaikkan taraf hidup menjadi lebih baik. Beliau juga mendirikan sekolah bagi anak-anak tak mampu di Wat Toonghiang, yang terdapat kurang lebih 400 anak yatim.

Sakyant
Magickal Tattoo of Thai Buddhism Amazing Tradition


Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet

Friday, April 16, 2010

Studying the art of “stretching medallions”

Setelah itu saya mau mencari bhante di hutan melewati Khon Kaen area yang sekarang telah terendam banjir. Saya ingin pergi dan belajar seni "Stretching medallions" menjadi 3 angka nomor lottery, dimana merupakan hal yang banyak dibicarakan. Saya sangat tertarik seperti orang2 lain dan ingin pergi belajar seni of "stretching medallions".
catatan: Stretching medallions disini seperti seni mendapatkan nomor togel?

Saya ketemu orang merupakan kepala kampung, 84 tahun dan tinggal dirumah dia. Ketika saya tinggal disana, saya tanya kepada kepala kampung, dimana bhante yang bisa "stretch medallions" tinggal, dan dapatkah kamu membawa saya kesana?. Orang tersebut mengatakan kepada ku, "Setiap tahun Bhante tersebut datang dan tinggal di pohon beringin yg besar. Dia tinggal disana selama sebulan dan kemudian dia menghilang.

Dari waktu saya masih kanak2 bugil berlarian, membawa kerbau ayah saya keluar, Saya telah memakan sisa makanan dia. Sekarang saya telah 84 tahun, tapi dia masih hidup, tetapi saya tidak tahu sudah berapa umur / berapa tua dia. Saya meminta orang tersebut membawa saya kesana. Kami harus berjalan jauh. Di pagi hari, dia akan meminta dana makan dari pohon beringin tersebut ke kampung, jaraknya sekitar 4-5km. Dia tinggal dibawah cabang-cabang pohon beringin yang besar tersebut. Kamu tidak bisa kesana sekarang karena area tersebut telah terendam banjir karena ada dam yg besar hanya di utara dair Khon Kaen.

Kepala kampung yang berumur 84 tahun tersebut memberitahu kepada saya bahwa dia mempunyai kotak tembakau. Terbuat dari kuningan dan mempunyai pegangan tangan terbuat dari tali dan diikat ke bagian pingang. didalam kotak tersebut telah ada rokok yang telah di linting, korek api (batu api), dan sepotong metal yang dihantamkan untuk membuat api. Kotak tersebut telah ada sejak ayahnya menjadi kamnan atau kepala sub distrik, mereka biasanya memanggil dignitaries (khun bandasak).

Didalam kotak tembakau tersebut ada medali dipaling dasarnya semenjak dia mendapatkan kotak tersebut dari ayahnya. Dia telah melupakan segala nya tentang itu. Itu bukan lah koin, seperti koin uang bath, yang biasa dipunyai orang2, itu adalah medali yang diberikan oleh raja kemungkinan dari raja ke empat atau kelima. Dia tidak dapat mengingat karena tidak ada tanggal di medali tersebut.

Bhante tersebut biasanya tidak berbicara. Tetapi pada hari tersebut dia berbicara. Dia bilang, "Kamu mempunyai sesuatu yang sangat berharga didalam kota tembakau kamu, Kamu tidak seharusnya membuang itu." Kepala kampung tersebut telah melupakan hal tersebut karena koin tersebut adanya didasar kotak tembakaunya. Asalkan tembakau dia hampir habis, dia akan menambahkan tanpa pikiran lain. Dia tidak melihat ke koin / medali. Bhante / Luang Poh berkata, "bawa koin/medali tersebut dan hormati, anak dan cucu kamu akan hidup dengan nyaman.

Itu merupakan medali kerajaan." Medali tersebut diberiakan kepada kepala kampung yang telah melakukan tugas dengan sangat baik, menjaga keperluan orang2 dan manjaga kedamaian dan hukum di kampung, medali tersebut merupakan hadiah ketika dia pengsiun. Itulah bagaimana dia mendapakan medali tersebut. Ada 3 digit di medali tersebut.
Akhirnya kepala kampung tersebut berkata kepada anak dan cucunya, "Oh, hari ini Bhante / Luang Poh mengatakan sesuatu ! Biasanya dia tidak mengatakan satu kata pun, dia hanya duduk bermeditasi dibawah pohon beringin selama sebulan dan kemudia pergi."

Ketika saya telah sampai ke rumah kepala kampung tersebut, saya meminta untuk melihat medali tersebut. Ada tanggal, dengan 3 digit disana. Dan saya pergi untuk ketemu Bhante. Ketika saya ketemu dia, saya berlutut kepadanya. Dia hanya duduk dengan mata tertutup, tidak mengatakan sepatah katapun. Dari rupanya dia kelihatan sekitar 70an tahun. Dia tetap mempunyai semua gigi dan rambutnya bahkan tidak ada sedikitpun warna putih/abu2, itu hitam. Kulit badannya berwarna hitam dan tegap, tidak kendur. Saya memberikan hormat kepadanya sekitar tahun 1954.

Ketika saya telah memberikan hormat kepadanya, saya berkata, "Luang Poh, kenapa kamu tidak berbicara? di wat mana kamu tinggal? Luang Poh, saya telah berjalan sangat jauh, dari Sinburi provinsi, datang hingga ke pohon beringin ini. Saya tinggal di rumah kepala kampung. Saya telah mendapatkan banyak kesulitan untuk sampai kesini. Saya ingin belajar seni "stretching medallion" jadi saya bisa mendapatkan nomor lottery. Saya hanyalah Bhante muda, saya masih sangat terikat kepada dunia ini, saya ingin belajar seni "stretching medallions" jadi saya bisa membantu saudara2 saya menjadi kaya dengan nomor lottery yang tepat." Ini adalah tujuan sebenarnya saya.

Tetapi dia tidak mengatakan sepatah katapun. Dia hanya duduk bermeditasi dibawah pohon beringin. Saya melihat barang2 yang dipunyai, dia mempunyai satu bowl, robe dan sanghati (outer robe) yang diletakan di pundak setiap saat. Dia mempunyai payung yg di gantung di cabang pohon ... dan apa lagi? Dia mempunyai tempat water kettle dan gelas yang dipergunakan untuk minum. Sendok yang bersih dan mengkilap seperti gelas. Hanya itu saja yang dipunyai, tiada yang lain. Saya memberikan hormat kepadanya, tetapi dia kelihatannya tidak sedikit pun tertarik dengan saya. Dia tidak membuka matanya.

Saya merubah cara pendekatan saya. Saya berkata, "Tuan yang terhormat, yang sangat saya hormati, saya merupakan banthe baru, saya telah dibaptis 3 thn yg lalu. Saya ingin datang dan belajar Dhamma." Itulah pendekatan cara baru saya. "Saya masih merupakan Bhante baru, saya tidak tahu tentang jalan Dhamma atau latihan untuk meningkatkan meditasi. Saya datang dan ingin belajar dari Luang Poh yang saya junjung tinggi. Tolong instruksikan saya." Dia hanya menggerakan sedikit matanya (membuka). Saya telah berbicara cukup panjang tetapi dia tidak membuka matanya, tetapi sekali saya bilang bahwa saya mau belajar tentang Dhamma dan mencari instruksi dari dia, dia membuka matanya: Tetapi dia tidak tersenyum, mukanya sangat tegas.

Dia berkata, "Sangat mengagumkan bahwa kamu melakukan banyak usaha untuk datang dan belajar Dhamma." Karena dia telah berbicara, saya bertanya kepadanya, "Instruksi apakah yang kamu punya?". Dia berkata sangat sedikit sehingga sangat sukar untuk mengetahui apa yang dibicarakan/tujuannya. Dia berkata, "Apakah kamu tahu apa yang diajarkan oleh buddha? Jika kamu tidak tahu untuk apa kamu di baptis?. Apa tujuan kamu?". Saya berkata bahwa saya telah belajar Navakovada, belajar Dhamma dan Vinaya. "Kamu belajar terlampau banyak, kamu mengetahui sangat banyak sehingga saya pikir tidak mungkin bagi saya untuk mengajari kamu." Inilah ajaran dia. "Jika kamu tahu terlalu banyak, kamu mungkin tidak akan berkembang dalam latihan. Jangan lupa apa yang diajarkan oleh Buddha. Buddha mengajarkan tentang penderitaan dan jalan menghilangkan penderitaan. Itu adalah ajarannya. Apalagi yang diajarkan, tahukah kamu?" "saya tidak tahu Bhante." "Dia mengajarkan jangan melukai / menyiksa dirimu dan juga yang lain, jangan membuat yang lain memderita. Lihatlah ke sumber penderitaan. Pelajari point tersebut dari diri kamu. Apa yang ada disana? Itu adalah penderitaan, lihatlah ke sumbernya dan mulailah latihan untuk menghilangkannya. Dan apa itu latihan? Itu adalah moral, konsentrasi dan wisdom.

Jadi sekarang saya telah mengetahuinya, jadi hanya itu saja?. "Saya telah belajar, "saya berpikir, "jadi hanya inikah seluruh ajaran dia? Saya pikir akan ada magic / hal yang menabjubkan dari dia. Saya telah mendengar tentant moral, konsentrasi dan wisdom sebelumnya." Sebelum seluruh pikiran tersebut berlalu, Bhante tua itu menunjuk ke saya dan berkata:

Itu karena kamu adalah seperti itu, kamu telah mempelajari segalanya tapi kamu tidak mengerti apapun. Kamu mencari / melihat hal yang tidak berguna, kamu belum mengunakan ilmu yang kamu pelajari dalam latihan.

Kamu tidak mengambil apa yang telah kamu punyai, tapi kamu ingin sesuatu yang lain. Kamu tidak ingin kebenaran, yang kamu inginkan adalah ketidak benaran." Saya ingat kata2nya sangat jelas karena dia berbicara itu cukup sering. "kamu tidak ingin tahu kebenaran, kamu melihat yang tidak benar. Apa yang telah kamu punyai tidak kamu inginkan, jadi kamu mencari apa yang tidak kamu punyai. Dia benar2 menunjukan kepada saya. Saya sangat sakit pada hari itu, terluka didalam. Saya kembali untuk tidur tetapi benar2 terluka. Saya tidak tidur dengan nyenyak. Bhante hutan ini benar2 tajam. Saya bisa melihat bahwa dia benar, tajam seperti silet. Dia menunjukan banyak hal kepada saya.

Karena hari telah menjadi gelap, saya memberitahu kepada kepala kampung agar tidak perlu menunggu saya, saya akan tidur disini. Saya ingin melihat apakah dimalam hari Bhante tersebut akan mengatakan lebih banyak dibanding sekarang. Di siang hari Bhante tersebut tidak banyak berbicara, mungkin dia akan berbicara lebih lagi dimalam hari. Itulah yang saya pikirkan. Jadi saya ke Bhante tersebut lagi dan berkata, "Tuan yang terhormat, saya ingin menawarkan diriku menjadi muridmu." Dia membuka matanya, "Terima kasih telah menawarkan dirimu sebagai muriku. Kamu harus benar2 menawarkan dirimu dengan iklas, tahukah kamu." Pada hari itu dia menunjuk tepat kemukaku dan berkata, "Kekuatan mistic dari guru telah beralih kepada muridnya dan menyebabkan dia gila, itu adalah kamu." Betapa terhina, dia benar2 tahu bagaimana berkata sehingga menyakitkan. Dia berkata bahwa saya gila, itu mengesalkan saya. Dia berkata dengan tajam.

Saya melihat ke dia: Dia tinggal sendiri didalam hutan, tapi dia bisa mengucapkan kata2 yang sangat tajam dan benar. Saya tetap ingat bagaimana kata2 mengandung 3 hal yang sangat tajam. Ketajaman seperti silet, Jika saya bertanya tentang masalah diluar hal pokok dia akan bersikap diam dan tidak berkata apapun. Cukup mencengangkan bagaimana dia bisa membalikan kata2 saya untuk melukai saya. dan tajam seperti pisau dimana kata2nya mantap. Dia telah mengambil kapak dan mengkampak ku dengan itu, dia tidak menggunakan pisau untuk memasukkan paku. jadi dia berkata tajam seperti silet, rapi dan setajam pisau.

Saya berpikir sebentar dan berkata, "Saya mau diam disini sebentar." Dia tidak mau /mengijinkan. Hari telah menjadi gelap pada saat itu, sekitar jam 6 sore. Matahari telah terbenam dan kegelapan telah menyelimuti. Ini akan memakan waktu cukup banyak untuk berjalan kembali kerumah penduduk, sekitar 3 atau 4 km jauhnya. Dia tidak mengijinkan saya tinggal, jadi saya berkata, "jika kamu tidak mengijinkan saya tinggal, saya mau menawarkan diri saya untuk magang kepada tuan yang terhormat. Saya ingin datang dan belajar seni "stretching medallions", tetapi saya belum mendapatkan keinginan tersebut, jadi saya mau menawarkan diri saya sebagai pelajar Dhamma, dan melakukan deklarasi untuk mengikuti langkah tuan. Maukah kamu menerima saya? Tolong berbelas kasihanlah terhadap saya."

Dia duduk dengan diam untuk beberapa saat dan kemudia membuka matanya dan berkata, "kamu harus menunggu hingga kamu berumur 45 tahun, kemudian datang dan carilah saya. Kamu masih sangat mudah, belum mapan. Bagaimana saya menerima kamu jika kamu masih sangat tidak bersih? Saya hanya bisa menerima satu murid, tidak lebih. Apakah kamu mempunyai sincerity, goodwill dan harmony? Jika kamu tidak mempunyai sincerity (niat yg tulus) bagaimana niat baik bisa timbul? Jika kamu belum mempunyai niat baik, bagaimana harmony antara badan dan pikiran kamu timbul, bagaimana kamu bisa melihat mentality dan materiality?".

Dia berbicara dengan sangat tajam, langsung mengena ke hatiku. Jika mengatakan kepadaku untuk kembali ketika telah berumur 45 tahun, dan dia dia memberikan 3 teknik special agar dapat berjumpa dengan dia. Tetapi saya tidak bisa mengatakan disini.

Saya kembali dan tinggal di rumah kepala kamu, dan anak serta cucunya berbicara tentang medallion hingga pagi. Mereka akan berkata, "sini, saya dapat lottery 3x. Sebelumnya ladang saya hanya 20 rai - sekarang saya mempunyai 400, 500 rai (catatan: rai itu ukuran tanah di thai, disini luas meter persegi) melalui permberian hormat kepada bhante dan membacakan mantra sebagaimana yang Luang Poh instruksikan, saya mendapat lottery 3x." Itu kelihatan seperti hal yang bodoh dari seorang anak: dia keluar membeli nomor lottery secara random, dan berhasil menang lottery 3x dengan tiga nomor tersebut.

Saya tidak begitu tertarik akan itu tetapi saya menjadi khwatir tentang hal lain. Pikirkan tentang itu, saya pergi untuk belajar seni "stretching medallions" tetapi daripada mendapatkannya, saya mendapat Dhamma. Pertama kali saya mencari Dhamma yang palsu, tetapi berakhir dengan mendapatkan yang benar. Dia menunjukan jalan kepadaku, untuk melatih morality, concentrasi dan wisdom, untuk meng develop / mengembangkan insight meditasi.

Tetapi dia tidak memberitahukan kepadaku bagaimana melakukannya. Dia hanya berkata untuk melatih morality, meditation dan wisdom dan menunjukan jalan yang telah Buddha ajarkan. Budha mengajarkan tentang penderitaan, dia tidak mengajarkan hal yang menyenangkan. Dia mengajarkan jalan untuk menghindari penderitaan. Itulah yang diajarkan bhante tersebut kepada saya, sangat singkat.

Saya kembali ke wat dan mengabdikan diri saya belajar Dhamma. Saya berkelana untuk belajar meditasi dengan ini dan itu Ajahn. Saya pergi belajar dengan Luang Poh Lee dari Wat Asokaram sebelum dia membangun Wat Bahng Ping. Ketika dia berkelana ke Chantaburi dan Lopburi, saya pergi dengan dia. Saya mengikuti dia dari timur laut hingga utara. Untuk saat sekarang, saya belum pernah kontak dan tidak mengenal siapapun di wat tersebut. Dia telah meninggal bertahun-tahun. Saya belajar meditasi: "Bud" pada saat menarik napas dan "dho" pada saat membuang nafas, berdasarkan teknik tersebut. Dan saya juga bertemu dengan Bhante yang sangat ahli dalam meditasi kasina. Dia dapat mengarahkan pikirannya ke arah api dan mengembangkannya. Saya ketemu dengan Bhante lain yang telah mengembangkan Manomayiddhi (astral travel), dia bisa berbicara dengan dewa. Itu sepertinya sangat menyenangkan dan dia dapat pergi dan berbicara di alam neraka.

Saya pergi dan ketemu dengan Lord of Death (yomabahl), saya berkata bahwa saya datang untuk menyogok agar saudara saya dapat dilepaskan dari neraka. Lord of Death berkata "Tuan yang terhormat, bagaimana kamu bisa berpikir saya bisa menolong saudara kamu? Saya bahkan tidak bisa menolong ibu mertua saya. Saya benar2 tidak bisa. Istriku telah meminta saya untuk menolong ibunya, dia merasa sedih akan ibunya. Ibunya telah membunuh banyak bebek, ayam dan babi, dia tidak mengenal belas kasih dan kejam. Dia membunuh mereka untuk dimakan. Istriku memintaku untuk menolong ibunya." Itu yang Lord of Death katakan kepadaku.

Dia ingin menolong ibu mertuanya keluar, tapi sekian banyak pendakwa, angsa, bebek dan babi akan bersuara. Mereka berkata "Lord of Death, kamu tidak dapat menolong dia, karena dia menyebabkan kami mengalami banyak penderitaan." Lord of Death melihat situasi menjadi tidak baik dan menyerah atas usahanya. Dia tidak dapat menolongnnya.

Saya mencoba manomayiddhi dan segala hal lain tetapi itu semuanya salah. Saya tidak bisa menemukan jalan kebenaran yang sesungguhnya yang benar-benar bisa digunakan oleh saya. Saya mencoba untuk mencari jalan sesungguhnya yang bisa digunakan oleh saya. Saya mencoba segalanya: manomayiddhi, apakah mereka berguna? bisakah itu benar2 menolong saya?. tidak, itu tidak bisa. Dapatkah itu menolong kamu terlepas dari penderitaan? Tidak, itu tidak bisa. Saya telah mencoba itu. Saya adalah Bhante, saya tidak akan berbohong kepada kamu.

Sejalan dengan waktu umur saya telah mencapai 45 tahun dan dengan pikiran mantap saya ingin ketemu Luang Poh hutan tersebut. Saya membaca mantra dan meditasi berdasarkan metoda yg diberikan dan pergi untuk ketemu dia di gunung Khao Yai. Saya harus berkelana berjalan kaki ke pohon besar tersebut. Sedikit melewati gunung Khao Yai, diantara Nakorn Rachasima dan Saraburi. Hutan tersebut disebut "hutan raja api" (dong phra-yah fai) Raja Chulalongkorn mengganti nama hutan tersebut menjadi "hutan raja gunung" (dong phra-yah-yen)

Saya bertemu dengan dia disana dan tinggal selama semalam. Dia berkata tentang Dhamma kepada saya, dari jam 10 malam hingga jam 4 pagi, mengajarkan saya tentang segala nya. Lung Poh hutan tersebut mengajarkan saya berdasarkan scriptures.

Dia berkata, "sekarang apapun yang telah kamu lakukan itu baik, itu dapat mengantarkan kamu ke vipassana, insight, tetapi dengar, kamu harus berbalik. Bantuan apa yang telah ada untuk kamu disana? Dapatkan itu memadamkan penderitaan? itu tidak dapat. Dia melanjutkan dan mulai mengatakan tentang jalan ini. "Jangan lupa tentang 4 dasar untuk mindfull." Itu yang dia katakan.

Dia berkata, "itu bukan berarti bahwa belajar manomayiddhi (astra travel) tidak baik, tetapi itu tidak bisa menolong kamu, itu tidak bisa menghindarkan penderitaan. Kamu hanya meningkatkan penderitaan. Kamu pergi berbicara dengan Lord of Death. Mengertikah kamu? melalui kekuatan yang sangat besar dan keyakinan, kamu bisa segera melakukan kemampuan fisik tersebut (manomayiddhi).

Saya telah melakukan itu sebelumnya." Dia berkata saya seharusnya mengambil jalan yang menuju menhilangkan penderitaan, membangun 4 dasar mindful.

Dia mulai mengajarkan saya: berdiri seperti ini, dengan tangan kanan menahan tangan kiri. Berdiri satu jam tanpa bergerak. Sekarang saya benar2 dalam kesulitan. Saya tidak pernah berdiri diam selama satu jam. Ini adalah hal yang mennabjubkan terjadi pada saya malam itu. Saya berdiri satu jam: Tangan kanan menyentuh tangan kiri dibelakang saya, beban berat kedua tangan ada di pergelangan. Berdiri selama satu jam benar2 sulit, tangan saya menjadi kesemutan. "jangan meletakan tangan kamu didepan dada, kamu tidak akan bernafas secara normal dan itu bisa menyebabkan penyakit paru2." Dia benar2 memberikan pelajaran yang sangat detail.

Kemudian dia mengajarkan "kesa, loma, nakha, danta, taco, taco, danta, nakha, loma kesa" (rambut dari kepala, rambut dari badan, kuku, gigi, kulit, kulit, gigi, kuku, rambut dari badan, rambut dari kepala). Membawa pikiran menjadi satu, menetapkan mindful dari atas kepala ke bawah, dari bawah jari saya ke atas rambut, bawah dari atas rambut ke ujung kaki. Inilah dimana saya mulai merasakan bahwa ajaran Buddha mulai masuk, titik dimana saya benar-benar menjadi "Maju" dalam perasaan yang paling dalam. Saya berdiri selama satu jam, setelah 45 minut kaki saya mulai bergetar, hal2 mulai terjadi. Dia berkata untuk melihat nya, dengan berdiri dan mindful melihat dari kepala ke kaki dan menghintung "satu;" dari kaki ke kepala, "dua;" mengsurvey badan dengan mindful dari kepala ke kaki "tiga" memunculkan minful.

Apakah preceptor kamu tidak mengajarkan hal tersebut pada hari dimana kamu dibaptis? dari bagian bawah ke bagian atas, dari bagian atas ke bagian bawah. Kamu telah belajar terlalu banyak, kamu mempunyai pengetahuan yang terlalu luas, kamu telah melewati dari latihan Buddha, itulah kenapa kamu tetap disana.

Saya diam mengobservasi, arah dari minful ke cermin dari image saya berdiri selama satu jam. Saya tahu saya berdiri dengan mindful. Oh, saya berdiri dengan mindful, saya bisa membaca diri saya sendiri, saya bisa melihat diri saya sendiri, saya bisa menggunakan diri saya. Saya bisa menunjukan fisik power dari berdiri dengan berdiri dengan graceful, dengan penuh mindful dalam berdiri. Kayunapassanasatipatthana (mindfulness dari badah), dasar dari pikiran menunjukan kekuatannya dengan mempunyai full awareness, berpikir tentang wisdom. Berdiri dengan cara itu sangat berguna.

Itulah yang saya dapatkan dari hutan, saya berdiri, berjalan, duduk, berbaring, 4 posisi tubuh. Berdiri dengan minful. Melihat seseorang berjalan ke arah kita, melihat mereka dari kepala hingga ke kaki, kita akan tahu segera seperti apa pikiran mereka. Hal-hal tersebut berhubungan, dan kita bisa tahu itu dari widom-eye. Ini benar2 sangat berguna.

Bagian kedua: dia mengajarkan untuk berjalan dengan mindful. dengan mindful disetiap gerakan. Ini adalah ajaran yang diberikan pada saya saat di Khao Yai Mountain ketika saya berumur 45 thn. Itu sangat tetap karena saya telah bisa melakukan calm meditation, saya telah bisa samadhi. Saya menggunakan untuk melihat dunia, melakukan minful kepada barang metarial sebagai objek meditasi. Dengan melakukan itu, konvensi itu menghilang dan segera menjadi 5 aggregates (khand has).

Kemudia dia lanjut mengajarkan. Dia berkata kepada saya, "tahukah kamu seperti apa state dari pikiran?" Saya tidak tahu, Luang Poh." "Ingat akan object meditasi kamu. Ketika kamu bangun di pagi hari, apakah meditasi object kamu? Dengan keahlian masuk dan meninggalakan meditasi object. Ketika kamu memunyai uang, kamu mungkin akan kehilangan sebagian uang tersebut, ingatan tetap. Apa yang terjadi kemudian? Itu seperti kita adalah orang bisnis." Itu lah bagaimana Bhante hutan mengajarkan kepada saya, benar2 sangat practikal. Saya bisa mengingat dengan jelas kata-katanya. "Tahu kah kamu object meditasi kamu? Itu adalah nafas pendek dan nafas panjang. Secara alami pikiran kita kita membaca mental state kita, merekam mental state kita untuk jangka yang panjang, seperti tape recorder.

Kamu tidak bisa menyentuh pikiran kamu, tidak ada bentuk karena kondisinya abstract (namadhamma). Dan seperti apa mental state itu tergantung? Jika mood lagi marah, itu seperti orang bisnis yang melakukan transaksi. Tidak berguna. Dan ingat bahwa itu adalah mental state. Lakukanlah contact dengan mental state dari orang2 yang kemu dekati. dapatkan pengalaman dari mental state, stream dari mental state yang menyebabkan kamu hidup. Jika mindful kita benar2 terdevelop, kita akan tahu bagaimana pikiran dari orang lain.

Kemudian dia mengajarkan untuk merasakan dasar. Dimana mereka belajar? Mereka belajar dari diri kita. Itulah yang dia katakan. Dia mengarkan secara singkat dan sederhana. Ketika mata kita melihat bentuk, maka halangan moral ada dimata? Ketika telingan mendengar suara, maka halangan moral ada ditelinga? Ketika hidung mencium apakah moral ada di hidung? ketika lidah merasakan rasa apakah moral ada di lidah? ketika badan merasakan panas, dingin dll, apakah disana moral?.

Saya mendengarkan dia berbicara. "Ketika kamu melihat bentuk apakah itu adalah mindful? "iya, Luang Poh." "Itu benar, mindful. Moral harus ada agar kita bisa hidup," dia berkata, "kamu harus tinggal di Hut, benar? Pemilik rumah harus mempunyai rumah, tempat dimana dia tinggal. Mereka tidak bisa hanya duduk dibawah matahari dan hujan. Mereka harus mempunyai tempat tinggal. Mereka harus mempunyai tempat untuk tinggal - ketika mata melihat bentuk, milikilah mindful. Kemudia dia berkata, "kemanapun kamu pergi, mata dan telinga adalah yang paling penting.

Jangan memberikan hal penting ke mulut. Mulut hanyalah guru kecil, itu bukan guru besar. Umumnya kita memberikan hal penting ke mulut kita. Mata melihat, telinga mendengar, pikiran mulai terbentuk dan mulai bekerja, ucapan kita datang kemudian." Ini, ajaran belia benar-benar sangat bagus. Saya mendapat banyak dari ajarannya. Dia berkata kitaka mata mempunyai morality kekayaan akan mengikuti.

Ketika kamu mendengar yang lain menggangung kamu, jika telinga kamu tidak mempunyai moral, kamu akan kehillangan mindful, kamu akan mempunyai masalah. Ketika telinga mempunyai mindful telinga, kita akan mendapat kekayaan karena adanya moral. Ketika kamu berbicara dan mulut kamu mempunyai murah, ucapan kamu adalah perak dan emas. Kekayaan datang, ucapan kamu adalah perak dan emas, melalui kekuatan mindful.

Ingat ini. Warna mobil apakah yang paling bagus, model manakah yang terbaik? Warna mana yang akan memberikan keberuntungan, yang tidak akan tabrakan, tidak ada. Jangan Lupa, itu semua ada didalam hati.

Mobil tergantung dari perawatan dan nasib pemiliknya. Jika pemiliknya mempunyai keberuntungan buruk, apa yang mobil tersebut tahu tentang itu?. Mobil akan menjadi hancur karena pemiliknya. Kamu tidak harus memilih warna, pilihlah yang kamu suka, kamu tidak harus ke peramal. Warna apapun yang kamu lihat bagus, ambilah. Jika peramal mengatakan untuk mengambil yang warna merah, tetapi kamu menyukai yang hijau, jangan memaksakan diri kamu. Jika kamu membeli yang merah tetapi kemudian harus diperbaiki, kamu tidak akan merasa enak. Kamu akan tidak percaya kepada peramal tersebut. Percayalah apa yang nyaman dengan kamu.

Sunakkhattam sumangalam supabhatam….apakah itu nyaman? Waktu yang tepat adalah saat yang baik. Waktu yang baik adalah jika ada waktu. Jika kamu tidak ada waktu, maka tidak baik. Sebelum kamu melakukan kerja, alat2 harus siap. Ketika segala sesuatu sudah siap, itulah saat yang tepat.
Untuk saat2 sekarang, kamu bahkan tidak bebas di hari sabtu atau minggu, kamu harus mencari kerja untuk dilakukan.

Lakukanlah. Ketika segala sesuatu telah siap, maka pergi dan lakukanlah, dan itu akan diselesaikan dengan cepat dan benar, segala sesuatu telah teratur. Ingat, Jika peramal nasib mengatakan kepadamu untuk mengambil warna merah tetapi kamu menyukai hijau, jika warna merah kamu tidak suka, kenapa kamu harus membelinya? bukankah lebih baik memilih warna yang kamu sukai? Inilah ajaran dari sang Buddha.

Karena itu, saya ingin meninggalkan ini kepada kalian semua. kembangkanlah insight meditasi, konsentrasi meditasi, kemurahan hati, moral dan meditasi, kamu harus tahu metoda yang benar. Ketika kamu melakukan / menawarkan persembahan, kamu harus melakukannya dengan niat. Kamu semua tahu apa yang saya maksudkan tanpa saya harus menjelaskannya.

Lihatlah niat kamu sebelum melakukannya. Ketika kamu telah melakukannya, kamu akan merasa bahagia. Jika kamu melakukan nya sudah lama sekali, maka rasanya akan semakin bahagia. Ambillah prinsip ini ketika kamu melakukan merit. Melakukan merit sampai isi kantong kamu kosong semua, apakah kamu mendapatkan merit dari itu? Ini cara lain membuat merit dimana kamu tidak harus meninggalkan pekerjaan kamu atau uang, tetapi kamu harus meluangkan waktu. Berlatihlah meditasi secara rutin kamu dapat menyelesaikan masalah kamu yang timbul tanpa harus menggunakan uang - tetapi kamu harus meluangkan waktu. Kamu semua dapat melakukannya.

Ketika kamu meninggalakna rumah dengan masalah yang ada, tetapi kamu bisa menyelesaikannya dijalan. Kamu dapat menyelesaikan masalah pada mata, hidung, lidah, badan dan pikiran. Ketika masalah timbul, kamu selesaikanlah itu segera. Ketika kamu ke rumah kamu masalah mungkin timbul, ketika kamu tiba ditujuan kamu masalah mungkin timbul, ketika orang bisnis sampai di kantornya maslaha mungkin muncul. Masalah2 dapat selalu timbul, tetapi jika kamu mempunyai mindful dan wisdom yang baik, kamu tidak akan membuat masalah tetapi bekerja untuk menyelesaikannya begitu masalah tersebut muncul. Jika kamu bukan tipe begitu, begitu adalah masalah, jika kamu tidak menyelesaikannya tetapi malah membuat masalah baru dan lebih banyak kesulitan, bagaimana kamu bisa mengatakan kamu mempunyai mindful dan konsentrasi?.

Kamu jangan berpikir harus pergi ke Wat. Pergilah ke Wat kamu sendiri. Jika kamu tidak mempunyai waktu untuk pergi ke Wat yang merupakan bangunana, sebuah tempat, pergilah ke Wat kamu sendiri, ukur (wat) dirimu. Pertimbangkan dirimu dimanapun kamu berdiri, berjalan, duduk ataupun berbaring, dimanapun kamu mengambil sesuatu atau menjual sesuatu, bangunlah mindful maka kamu akan mempunyai sales yang baik. Ingatlah itu. Kamu dapat mengingat ajaran Buddha tentang 4 dasar mindful? jalan pertama, apakah itu disebut, kota apakah itu? Itu adalah kota dari badan kita (kayanagara). Itu disana bersama dengan kita. Untuk siapapun yang mempunyai minful dan benar2 membangun dari latihan 4 fondasi mindful, uang akan mengalir. Itu jika mindful kamu benar2 berkembang.

Hanya jika mindful adalah seorang pedagang dia akan kaya melalui kesempurnaan mindful. Dia akan menjual dengan mindful dan mempunyai wisdom, dia tahu apakah yang menguntungkan dan merugikan. Dan dia tahu nya di Awal.

Itu dengan mempunyai minful yang terdevelop dengan sempurna.Itu semua kembali kepada 4 fondasi dair mindful, kembangkanlah dengan sempurna, punyai kesempurnaan mindful. Ketika mindful baik, uang akan mengalir. Tanpa mindful, uang kamu akan hilang, secara pasti itu akan menghilang. Viradayo viragonayam: kamu chant kalimat ini akan membawa kamu uang, tetapi ari mana uang tersebut datang?. Jika orang barat bertanya apa yang kamu lakukan, jangan katakan kepada mereka bahwa kamu chant untuk menjadi kaya.

Apa yang kamu chant? Jika kamu chant dan uang tidak datang mereka akan menertawakan kamu. Kamu chant untuk membawa pikiran kamu berkemang. Ketika pikiran kamu telah berkemang, uang akan datang karena berkemagn. Jika kamu chant untuk membuat pikiran kamu menyempit, uang kamu akan berkurang juga. Itu bukan lah karena kamu chant maka uang akan datang. Jadi saya katakan viradayo viragonayam itu dichant untuk meningkatkan pikiran kita keatas. Ketika pikiran kita tenang, ketika mindful sempurna, kamu akan mendapatkan uang kamu. Hanya berpikir tentang uang dan itu akan datang dengan sendiri.

Ingat ini. Kamu chant untuk mengembangkan pikiran kamu. Jika pikiran kamu berkemang, saya menjawin kamu akan sukses dalam segala hal yang kamu lakukan. Jika pikiran kamu menyempit, battery kamu menjadi habis, bagaimana mobil kamu bisa jalan? Jika kamu tidak melihat kembali akan battery pikiran kamu, pikiran kamu akan kehabisan energi. Jika kamu tidak menggunakan battery, jika kamu tidak menjalankan mesin, maka batterynya juga akan habis. Akhirnya semuannya akan menjadi hancur. Ketika cells battery telah rusak, apa yang dilakukan? kamu harus membuang battery dan membeli lagi yang baru, dan itu memerlukan uang. Itulah yang saya ketika pikiran kehabisan energy. Jika kamu meningkatkan power mental dengan membangung mindful didalam segala aktivitas, itulah saja yang perlu
kamu lakukan. Tingkatkan mindfull kamu.

Punyailah Mindful. Buddha mengajarkan 84.000 bagian dhamma, tetapi secara singkat itu hanya morality, concentration dan wisdom. Itulah yang Bhante hutan ajarkan kepada saya, ajarang yang sangat sederhana. Untuk meletakkannya secara lebih singkat lagi, itu hanyalah mindful dan clear
comprehension.

Kamu tahu diri kamu sendiri, jika pikiran kamu telah benar, maka akan terjadi konsentrasi. Ketika pikiran kemu kamu telah benar, maka wisdom akan mengikuti. Ketika itu telah datang, apa yang tertinggal hanyalah satu kondisi didalam segala aktivities, heedless. Jika kamu berpikir itu terlalu banyak banyak untuk melatih Dhamma, ingatlah bahwa bukan neurotic dan juga bukan heedless. Tetapi kamu tidak bisa meninggalkan jalan tersebut, kamu harus mulai dari paling awal, dengan morality, konsentrasi dan wisdom.

Dari sana akan akan meninggalakan hanya 2, yaitu mindful dan clear comprehension, mengetahi diri kamu dalam segala sesuatu dan tidak heedless. Ketika heedfulness muncul itu hanyalah tinggal satu faktor saja. Itulah apa yang diajarkan Bhante tersebut.

Dengan mendapatkan inti ajarannya, saya kembali ke wat saya. Saya mengerti ajarannya dan harus mendapatkan banyak trik dalam latihan. Jika kamu ingin mendapatkan trik tersebut, jika kamu ingin tahu tentang itu, kamu harus datang dan bertanya kepada saya secara personal. Untuk hari ini saya hanya akan memberikan diskripsi singkat, pertemuan saya dengan Luang Poh di hutan tesebut. Saya tidak tahu namanya, tetapi dari penglihatan saya akan berkata dia sekitar 70 tahun, tetapi dia pasti lebih tua karena kepala kampung telah melihat dia semenjak dia masih kanak2 berlarian bugil hingga dia 84 tahun. Kepala kampung tersebut pasti telah meninggal sekarang. Jika kepala kampung tersbut masih ada, jangan lupa, di thn 1950 orang tersebut 84 thn - maka sekarang dia pasti lebih dari 100 thn. Dia pasti telah meninggal sekarang, dan untuk saya, sekarang saya hampir berumur 60 thn.

Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet

MY EXPERIENCES IN DHAMMA PRACTICE By Phra Rajsuddhinanamongkol

Hari ini saya bercerita tentang cerita hidup saya dan pengalaman yg berhubungan dengannya didalam dhamma sesuai permintaan pengundang saya.
Nama lahir saya adalah Jaran, Nama keluarga saya Janyaraks. Saya adalah murid seumur hidup, saya telah mencari pengetahuan baik di dunia dan spritual. Saya belajar di primary dan secondary school dan masuk ke akademi kepolisian, tetapi saya tidak akan pernah terpikir akan dibaptis sebagai Bhante karena saya bukanlah orang yang religious dari kecil.
Sebagai tambahan dari diatas, saya belajar mekanik dengan ajahn Luen Pongsobhon dan belajar musik dengan Luang Pradit Pairoh, dan saya merupakan teman dari almahurm Dr Utit Nagasavat. Saya telah tinggal di Wat, tetapi bukan karena percaya. Saya tinggal karena untuk belajar, saya menggunakannya sebagai rumah kedua saya. Akhirnya saya sampai bangkok. Secara alami saya tidak terinspirasi oleh bhante, saya emosian dan keras kepala. Saya tidak suka berlutut atau memberi hormat kepada Bhante, saya hanya melakukan karena keharusan dalam hidup di monasteries / wat.
Sesuai berjalannya waktu, saya menyelesaikan pelajaran oral, tetapi saya belajar apapun tentang Dhamma. Saya hampir berumur 20 thn, and ayah dan ibu saya ingin saya di baptis sebagai Bhante secara agama buddhist. Kapapun mereka membincangkan tentang subject ini, saya akan mengelengkan kepala, saya sama sekali tidak tertarik dibaptis sebagai Bhante. Tetapi saya harus menyetui karena orang tua saya percaya bahwa semua anak lelaki harus di baptis sebagai Bhante untuk paling tidak satu waktu tertentu sesuai dengan tradisi Thai. Orang tua saya cinta anakanya seperti matanya sendiri. Kedua mata itu, setiap orang mempunyai dan setiap orang menyadari betapa berharganya.
Memikirkan masalah ini secara hati2, saya menyadari bahwa saya jika saya menolak di baptis sebagai pendeta buddhist, saya akan menjadi anak yang tidak tahu berterima kasih, sehingga saya setuju untuk dibaptis. Saya tidak menjadi pemula awalnya, tapi langsung menjadi bhante langsung pada umur 20 tahun. Saya berniat menjadi bhante hanya untuk 3 bulan dan 10 hari, atau 4 bulan, 120 hari paling banyak. Setelah itu, saya akan lepas jubah dan kembali ke kehidupan orang biasa untuk melanjutkan pelajaran saya atau bekerja.
Setelah memantapkan pemikiran tersebut, saya dibaptis di Wat Promburi, Amphur Promburi, Singburi Provinse. Rumah saya ada di perbatasan Lopburi dan Sinburi. Alasan saya di baptis di Wat Promburi karena keluara / orang tua saya telah pindah ke pasar Pak Bang agar jauh dari maling dan bandit di kampung saya. Sesuai dengan niat dari ayah dan ibu saya, saya ikut tinggal dengan mereka di pasar, dimana mereka melakukan bisnis jual beli. Tetapi saya tidak pernah membantu orang tua saya dalam usaha mereka karena sejak diusia muda saya berniat untuk belajar. Seiring dengan waktu saya telah menyelesaikan pelajaran yang saya inginkan diusia 20 tahun. Saya tidak mendapat gelar, tapi saya telah menyelesaikan pelajaran mekanik dan juga musik.
Singkat cerita, saya di baptis sebagai bhante pada tahun 1948, ada telah menjadi Bhante sekarang untuk 34, 35 tahun. Pada Rain retreat saya ingat semua pelajaran dan berniat melepas jubah sebagai Bhante pada akhir musim hujan. Saya telah menyiapkan segala sesuatunya untuk lepas jubah pada hari itu.
Tetapi sesuatu yang tidak umum terjadi. Suara aneh timbul di telinga saya dan saya menjadi sangat ngantuk. Suara tersebut sangat jelas: "kamu telah dibaptis dan itu sangat baik. Tidak masalah apakah kamu akan lepas juba, tetapi kamu belum mengeri Namo". Kamu seharusnya mengingat namo dulu dan kemudian lepas jubah".
Saya berpikir tentant itu: "Eh? Namotassa, saya telah mengingat. Bhagavato ... Saya bisa membacakan semuanya semenjak masih kanak2, saya telah mempelajari juga disekolah." Tetapi tetap saya tidak dapat mengatakan dengan pasti apakah itu "namo".
Suara menajubkan tersebut muncul lagi: "kamu belum mendapatkan/mengerti "namo", dan kamu sekarang mau lepas jubah. Sungguh memalukan!". Saya dipenuhi dengan kegelisahan dan tidak pastian. Darimana suara tersebut datang? Dibanding semua diatas tersebut, saya sangat ngantuk. Suara tersebut terdengar lagi: "Pasti, kamu dapat lepas jubah, itu tidak ada apa2. Lepas juba itu gampang dilakukan, apa yang sukar tentang itu?. Tetapi biarkan saya bertanya kepada kamu, apakah kamu telah mendapatkan Buddhaguna, Dhammaguna, Sanghaguna?".
Saya marah, "Apa suara gila ini, dari mana datangnya? Saya telah mendapatkan Buddhaguna, saya lancar membacakan 'itipi so". Tetapi mungkin tidak lancar dalam hatiku?". Ini mungkin apa yang suara tersebut katakan kepadaku. Pada saat itu, saya mendapatkan perasaan sangat tidak nyaman. Terpikir akan kata2 orang tua, "Jika pikiran kamu dalam keadaaan tidak baik, jangan lepas jubah. Jika kamu lakukan, kamu akan menjadi seperti orang yang 1/2 disana", kamu tidak akan bisa sukses dalam segala yang kamu lakukan. Kamu akan menjadi gila". Itu apa yang meraka katakan. Jadi saya menunda rencana lepas jubah dari 11 bln menjadi 12 bulan, saya telah menyiapkan segalanya. Saya tidak pernah berniat untuk membujang seumur hidup saya. Saya membayangkan dengan pasti, saya pasti akan lepas jubah, karena telah ada pekeerjaan menunggu saya, saya akan bergabung dengan pekerjaan pelayanan masyarakat. Banyak yang bisa saya lakukan karena saya berpendidikan, apa yang harus saya khawatirkan?. Itu yg saya pikirkan. Saya mengingat kata2 Sunthorn Phu, "Dengan pengetahuan kamu bisa berdiri diatas kaki sendiri, kamu tidak perlu bergantung kepada yang lain." Saya telah tahu menghafalkan kata2 ini semenjak kecil:
"Apa yang membuat saya bebas, saya akan senang melakukannya
Walaupun saya akan kehilangan kehormatan dan pengaruh,
mereka hanya meningalkan saya, mereka tidak tinggal,
tetapi pengetahuan tetap dengan saya hingga nafas terakhir."
Sampai pada tahap ini saya mau memberikan nasehat: Jika kamu mempunyai anak laki dan perempuan, siapa yang harus diberikan perhatian lebih banyak?. Kamu harus memberikan lebih banyak perhatian terhadap anak perempuan dibandingkan anak laki kamu. Kamu harus mengajari dia, membuat dia ahli, karena jika anak perempuan kamu tidak ahli dalam mengurus rumah, suami dia akan marah besar. Saya telah melihat itu sebelumnya: pada jam 4 atau 5 dipagi hari, suaminya membuatnya terbang ke beranda. Dia tidak mempunyai kesadaran sama sekali. Karena itu mengapa saya mengatakan untuk melatih anak perempuan kamu ahli dalam pekerjaan rumah ... Kamu tidak pernah memukul anak perempuan kamu, tetapi jika kamu melihat dia di pukul didepan mata kamu, tidak kah kamu akan marah besar? Bahkan jika kamu tidak marah besar, tapi secara pasti kamu tidak akan senang dengan menantu kamu (menantu lelaki).
Pada saat itu saya berpikir dalam diri sendiri, "Eh? saya belum mendapatkan / mengerti namo ... apakah itu benar. Sebelumnya, saya menolak mengakui itu, karena seperti suami yang beragumentasi dengan istrinya: dia tidak akan pernah mengalah. Tidak akan ada kelenturan, submission. Dulu saya adalah orang yang keras kepala. Ketika beragumentasi dengan yang lebih tua, tidak ada lagu namo didalam hati. Saya menyadari kemudian, "oh, waktu di baptis saya mendengar lagu namo, bukan?".
Kemudian saya menterjemahkan "lagu namo" kedalam kata2 sederhana yang anak kecil bisa mengerti dan mengingatnya:
"rendah hati, patuh, gentle speech, gentle body, gentle hands, hormat dan berterima kasih, menjaga hukum dan disiplin, memberi perhatian kepada pelajaran, ini akan membawa kamu jauh dari penderitaan menuju ke external happiness. Ini adalah principle yang sangat baik.
Jadi itulah namo? Saya telah begitu tidak perdulu untuk waktu yang lama. Ini adalah lagu namo. Saya baru menyadari beberapa tahun terakhir, sebelumnya, saya tidak akan membiarkan orang lain melihat ke mata saya. Jika ada yang berani melihat, saya akan menonjok mukannya. Itulah bagaimana keras nya saya, saya tidak mempunyai namo.

Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet

Sangajayana / Sanghacai Phra Kawampati atau Phra kawambo

Sangajayana / Sanghacai merupakan bhante yang dhidup di jaman budha telah di transform menjadi dua bentuk. Yang pertama adalah Phra Kawampati atau Phra kawambodi yang artinya bhante yang tidak mirip dengan Lord budha.

Yang kedua adalah Phra Pit Thawan. Kedua bentuk tersebut sangat populer.
Phra Kawambodi sering disebut Phra Pitta yang artinya bhante yang mengangkat tangan dan menutupi matanya. Phra Kawambodis terbuat berbagai bahan dengan 3 tujuan:

1. Daya tarik dan rejeki, amulet terbuat dari holy-powder.
2. Untuk Proteksi juga rejeki, amulet terbuat dari holy-powder dan dicampur dengan cairan hitam (black lacquer).
3. Untuk kekebalan, amulet terbuat dari berbagai bahan. Dulu, material seperti gading, bahkan kayu juga digunakan untuk membuat amulet.
Phra Pit Thawan mempunyai bentuk yang lebih menarik dengan tangan lebih dari 2, biasanya 3-4 pasang. Masing-masing tangan menutupi organ sensor kita (mata, telinga, hidung dan pikiran).

Phra Pit Thawan merupakan sebutan / nama lama, sekarang lebih dikenal dengan "Phra Pitta Maha UT". Untuk gampangnnya, para amulet user / kolektor menyebutnya "Phra Pitta" saja, yang berlaku untuk Phra Pit Thawan dan Phra Kawambodi .

Pembuatan Pitta maha uts lebih sukar secara ritualnya dibandingkan Phra Kawambodis dan dengan design yang super, Phra Pitta maha Uts selalu ada script untuk kekebalan. Script tersebut bisa berupa Na Ma Pa Ta, Na Mo Bud Dha Ya, A O Ma atau bahkan karakter tunggal seperti Na atau Oo.
Beberapa Phra Pitta maha Uts sangat mahal, harganya lebih dari $20.000 dengan berat tidak lebih dari 50 gram, menjadikannya metal yang paling mahal di dunia.

Setiap amulet thailand harus di bless, tanpa pengecualian yang di lakukan oleh bhante. Jika tidak maka itu tidak akan efektif dan tidak ada bedanya dengan mengambil batu atau metal dari jalanan dan memakainya ke leher.

Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet

Thursday, April 15, 2010

Gajah Putih Of Mountain The Guru Dan A Master Of Di Tengah Hutan

Nama: Phra Atigan Wichai Rat LPhoo (Kui Thitta Thammo)
DOB: BE2454 (1911)
Tanggal Pentahbisan Sebagai Novice A: BE2466 (1923)
Pentahbisan Tinggi: Maret 4 BE2476 (1933)
Hadir Umur: 97
Pansa: 75

LPhoo Kui Thitta Thammo Wat Sab Dtak Kien Changwat Petchaboon yang dikuduskan dan diproduksi takrut ajaib yang menjadi yang paling populer di era.Nobody sekarang tidak tahu tentang LPhoo Kui Kool terutama LPhoo's Takrut Cheewit Roon Raek yang membangun itu ketenaran reputation.The itu tersebar secara luas Thailand.Not throughtout lama setelah itu diproduksi itu begitu populer bahwa harga menembak hingga beberapa ribu Baht.

There juga banyak pengalaman sehingga mengikutinya popularitas Kool Takrut Cheewit batch 2 sedang keluar untuk memenuhi permintaan.
LPhoo Kui takruts diproduksi untuk banyak years.

There hampir 50 jenis yang digunakan LPhoo seni dan pengetahuan dari berbagai Ajahn Phra.
Misalnya, LPhaw Tob Wat Chon Daen, LPhaw Phrom Sorn (Rord) Wat Pai Bahn Korat.Phra Bai Deega Boonyang Wat Nhong Noi yang merupakan tangan kiri murid LPhoo Suk Wat Mark Kham Tow.Ajahn Daeng yang awam.

The Phra Geji atas wilayah Utara yang memiliki banyak devotee.It setia dapat diamati dalam upacara pentahbisan di Wat Hit Ran Rujee pada BE2551 yang sudah passed.There setidaknya 1000 orang sampai seluruh candi terisi penuh.

Pada saat ini, reputasi LPhoo Kui tidak biasa karena ada banyak contoh experiences.For akumulasi, itu pernah terjadi sebelumnya bahwa ada orang yang datang untuk meminta untuk menguji jimat dari LPhoo dengan gun.LPhoo dia memberiku peringatan tidak tapi dia tidak percaya apa yang LPhoo padanya.

Pria itu diuji dan atas menarik pelatuk senjatanya masuk ke pieces.Some fragmen terbang dan menembus body.In nya akhirnya, ia kehilangan nyawanya hanya karena pembangkangan sendiri.

LPhoo Kui lahir di tahun BE2454 (1911) di Bahn Mark Ta Tan Boon Ampher Tambon Tayi waktu Lhom Sak Changwat Petchaboon.That Petchaboon hanya hutan dan mountain.It itu setelah 10 tahun tanggal kelahiran LPhoo adalah informed.It adalah informasi sebagai 20 Mei BE2464 tetapi sebenarnya LPhoo lahir di BE2454.

orangtua LPhoo's adalah Bapak dan Ibu Tongsuk Tongdee Ton Tong.As anak, LPhoo selesai 4.Just utama ketika LPhoo berumur 12 tahun berlalu ayah LPhoo's away.LPhoo kemudian ditahbiskan sebagai novis dengan keyakinan yang kuat dalam Buddhisme.

Setelah kremasi ayahnya, ibu LPhoo yang memintanya untuk disrobe.But LPhoo senang untuk kembali dan terus tetap dalam jubah.

Setelah itu, LPhoo bepergian untuk mencari berbagai pengetahuan dan contoh art.For, LPhoo pergi untuk membayar sehubungan LPhaw agar Wat Tob Chon Daen Petchaboon.In untuk melayani LPhaw Tob, LPhoo harus melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari seperti mengambil air, mencuci almsbowl, membersihkan tempat ludah dan menyapu tempat tinggal.
Dengan kebaikan Tob LPhaw mencintai untuk LPhoo, LPhaw Tob akhirnya diturunkan LPhoo pengetahuan mantra dan pesona lineage.LPhaw yang Tob Veda diturunkan penulisan huruf dan angka untuk Yantra, cara membuat nada takrut dan phayant.LPhoo juga belajar meditasi Vippasana sama sekali selama 6 tahun.

Sementara LPhoo berusia 22 tahun (usia sebenarnya dihitung dari DOB nyata bukan dari buku identitas biarawan itu) LPhoo menerima pentahbisan yang lebih tinggi pada tanggal 4 Maret BE2476 (1933) di Wat Syee Mongkhun Ampher Lhom Petchaboon.With Sak Changwat Phra Maha Yhak Jhow Kana. Ampher Lhom Sak sebagai Preceptor.Phra Atigan Kam sebagai Phra Kammavacajahn dan Phra Atigan Wan Dee sebagai Phra Anusaonajahn.LPhoo menerima nama pentahbisannya, "Thitta Thammo" itu. diterjemahkan sebagai, "Orang yang memiliki pikiran yang teguh dalam Dhamma."

Setelah pentahbisan itu, LPhoo bertugas di Bait Allah dan mempelajari dasar untuk seni dan pengetahuan dalam mantra dan pesona dari pembimbing selama 2 years.After itu, LPhoo pergi ke Laos untuk tudong perjalanan dan mempelajari seni dan pengetahuan dari Ajahn Daeng yang orang awam.

Setelah kembali ke Thailand, mempelajari mantra LPhoo somemore Buddha dengan LPhaw Phrom Sorn (Rord) Wat Pai Bahn Changwat Korat.
LPhoo kemudian kembali untuk belajar Buddha mantra dan praktek kammathana sepenuhnya dengan LPhaw Tob.LPhoo Kui adalah murid yang LPhaw Tob kasih banyak sehingga banyak sehingga LPhaw Tob diturunkan LPhoo semua berbagai seni dan knowledge.It diyakini bahwa LPhoo Kui adalah satu dan hanya murid yang menerima paling seni dan pengetahuan yang telah diwariskan oleh LPhaw Tob.

Di antara, LPhoo sudah perjalanan untuk belajar seni dan pengetahuan dari Phra Wat Bai Deega Boonyang Nhong Noi murid langsung dari LPhoo Suk Wat Klong Bak Mark Kham Tow.LPhoo juga bertemu murid-murid lain seperti Phra Maha Poh Wat Phra Klong An.A Geji yang diproduksi yang Takrut populer Grao Ped.LPhaw Mui Wat Dorn pansa Rai yang lebih tinggi sebelum kembali datang untuk menghabiskan mundur hujan di Wat Chon Daen sekali lagi.

Setelah membayar terhadap LPhoo Tob saat LPhoo ingin meninggalkan temple.LPhoo itu pergi untuk tudong perjalanan lagi di berbagai tempat sampai BE2517.LPhoo tudong perjalanan ke Sub Dtak Ta Kien Tambon Duang Ampher Nhong Poh Changwat Petchaboon.LPhoo melihat bahwa hutan ini adalah damai dan tenang cocok untuk membangun sebuah temple.LPhoo pikir berjalan sekitar dan membujuk para penduduk desa untuk membantu membangun candi together.Until akhirnya menjadi Wat Sub Dtak Kien.

LPhoo pernah membujuk warga untuk mendengarkan ajaran Dhamma dan amati di temple.LPhoo menjadi keyakinan dari desa sampai today.LPhoo ditunjuk oleh Sangha menjadi Kepala Biara pertama Wat Sub Dtak Kien.
Tentang jimat, semua murid yang tahu reputasi seni LPhoo dan knowledge.They LPhoo diminta untuk mengelola dan menghasilkan jimat dalam rangka pemanfaatan uang untuk merenovasi tempat tinggal.

Sebagian besar akan menyewa semua bertahap dan akhirnya semuanya terjual habis dalam period.Each pendek dan setiap orang dari mereka akan mendapatkan experiences.Apart berbeda dari ini, LPhoo akan memercikkan air suci untuk berbaring devotee.In hanya satu hari, ada banyak orang perjalanan untuk membayar menghormati LPhoo Kui.
LPhoo mengajar Dhamma desa dan memerintahkan para penduduk desa untuk membiarkan mereka tahu bagaimana memimpin sebuah mata pencaharian benar, kesabaran dan hardworking.Not untuk menikmati godaan dan hidup moderat dalam berarti seseorang.

LPhoo Kui adalah gajah putih di tengah-tengah gunung di hutan dan permata kota di present.LPhoo itu adalah perlindungan nyata Sub villagers.It Kien Dtak karena LPhoo sebuah sumur dilakukan biksu maka keuntungan LPhoo tulus penghormatan penduduk desa di Petchaboon dan throughtout provinsi lain country.Although yang LPhoo melampaui usia 97 dan 75 pansa itu sudah dianggap sebagai pansa tertinggi di Changwat Petchaboon.

Hati2 beberapa dari ini bentuk penipuan di Internet